Musrenbangkel Kelurahan Cikerai Tahun 2026 Digelar, Camat Cibeber Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

Musrenbangkel Kelurahan Cikerai Tahun 2026 Digelar, Camat Cibeber Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

CYBER88 | CILEGON – Pemerintah Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Tahun 2026 pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Cibeber, Sofan Maksudi.

Musrenbangkel dihadiri oleh Camat Cibeber, Lurah Cikerai, perwakilan Bappeda, Program Kotaku, tim pendamping, Kasi Pembangunan Kecamatan Cibeber, Kasi Pembangunan Kelurahan Cikerai, Ketua LPM, Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua Karang Taruna, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta unsur TNI-Polri seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikerai.

Dalam sambutannya, Camat Cibeber Sofan Maksudi menegaskan bahwa Musrenbangkel merupakan wadah penting untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus melahirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Tujuan Musrenbang ini adalah bagaimana kita merumuskan kesepakatan pembangunan yang mampu menghadirkan perubahan, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat. Enam lembaga kemasyarakatan yang ada, seperti RT, RW, Karang Taruna, PKK, LPM, dan lainnya harus mampu dirumuskan menjadi kekuatan bersama,” ujar Sofan.

Ia juga mengingatkan agar program pelatihan dan kegiatan yang diusulkan benar-benar memberikan dampak nyata (outcome) bagi masyarakat, sehingga warga dapat mandiri dan tidak terus bergantung pada fasilitasi pemerintah.

Lurah Cikerai Cecep Sukarya menyampaikan bahwa Musrenbangkel tahun ini dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, ia meminta agar usulan dari masing-masing RW benar-benar diprioritaskan.

“Pagu anggaran tahun ini berkurang, sehingga usulan harus yang benar-benar prioritas. Tidak semua usulan bisa direalisasikan. Maka, Ketua RT dan RW diharapkan menyampaikan program yang paling dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Cecep.

Cecep juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi hingga Maret, sebagaimana diprediksi BMKG. Ia meminta para Ketua RT dan RW terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan terkait potensi bencana, terutama di wilayah rawan.

Sementara Kasi Pembangunan Kelurahan Cikerai, Indra Kurniawan menjelaskan, Kondisi TPT di Cikerai berbeda dengan daerah banjir karena wilayahnya berupa pegunungan yang rawan longsor dan abrasi. Beberapa titik berisiko memang ada, meski belum semuanya terpetakan.

"Sesuai arahan Pak Camat, penanganan ke depan tidak hanya fisik. Namun, kami fokus pada pembangunan fisik, sementara non-fisik menjadi tanggung jawab bidang lain. Pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat. Dengan kondisi musim hujan saat ini, prioritas utama adalah pembangunan TPT." Tutupnya.

Melalui Musrenbangkel ini, Pemerintah Kelurahan Cikerai berharap dapat merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Komentar Via Facebook :