Dualisme Karang Taruna Cilegon, Edi Firmansyah Buka Suara dan Tegaskan Tetap Jalan

Dualisme Karang Taruna Cilegon, Edi Firmansyah Buka Suara dan Tegaskan Tetap Jalan

CYBER88 | CILEGON – Dualisme kepengurusan Karang Taruna Kota Cilegon mencuat setelah muncul kepemimpinan baru yang dikabarkan dipimpin Ahmad Aflahul Aziz dan telah dilantik pada Selasa, 3/3/2026. Menyikapi hal tersebut, Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, menggelar konferensi pers di Sekretariat Karang Taruna Kota Cilegon, Gedung ICC, Jl. Jombang Masjid, Jombang Wetan, Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/3/2026).

Konferensi pers tersebut digelar guna memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi temukarya yang melahirkan kepengurusan baru.

Dalam kesempatan itu, Edi menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang hadir serta mengajak semua pihak memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperbaiki diri.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mudah-mudahan di bulan puasa ini kita diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Edi membuka konferensi pers.

Terkait temukarya yang beredar dan munculnya ketua baru, Edi menyatakan pihaknya memilih bersikap santai. Namun, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan konfirmasi yang dilakukan, terdapat tiga kecamatan yang tidak menerima undangan maupun informasi terkait pelaksanaan temukarya tersebut.

“Kami mengonfirmasi ke Kecamatan Grogol, Pulau Merak, dan Purwakarta. Ketiganya menyatakan tidak menerima undangan maupun informasi terkait pelaksanaan temukarya,” jelasnya.

Edi menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya telah menerima Surat Keputusan (SK) pengukuhan dari Wali Kota Cilegon. Sementara untuk SK dari pusat, pihaknya mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan penerbitan.

“Kami sudah menerima SK pengukuhan dari wali kota. Secara etika dan prosedural, kami sudah menjalankan amanat sesuai peraturan yang berlaku saat temukarya dilaksanakan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa temukarya yang menghasilkan kepengurusan saat ini dilaksanakan sebelum Rapat Kerja Nasional (Rakernas), sehingga menggunakan aturan yang berlaku saat itu.

Meski muncul dualisme kepengurusan dengan dilantiknya Ahmad Aflahul Aziz sebagai ketua versi lainnya, Edi menyatakan pihaknya tidak ingin memperkeruh suasana.

“Kalau tujuannya sama-sama membangun Kota Cilegon dan berpihak kepada masyarakat, silakan saja. Kami menanggapinya dengan santai,” ujarnya.

Edi memastikan kepengurusan yang dipimpinnya akan tetap berjalan dan melanjutkan program kerja karena telah mengantongi SK pengukuhan dari Wali Kota sebagai pembina umum di daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Ananda Pohan, menambahkan bahwa pihaknya saat ini fokus pada kegiatan Ramadan dan program organisasi yang telah disusun.

“Apalagi ini bulan suci Ramadan, kami fokus beribadah dan menjalankan program. Salah satunya Ramadan Fest, dan kami mengundang rekan-rekan media untuk turut berpartisipasi,” kata Ananda.

Ia menegaskan seluruh jajaran pengurus solid mendukung kepemimpinan yang ada dan berkomitmen menjalankan program kerja demi kepentingan masyarakat Kota Cilegon.

 

Komentar Via Facebook :