BUMDes Sidowayah Salurkan Laba Usaha untuk THR Warga Jelang Ramadhan
CYBER88 | Cilegon – Pemerintah Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, menyalurkan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga dengan memanfaatkan keuntungan dari unit usaha desa yang dikelola melalui BUMDes. Program ini dilaksanakan pada 11–12 Maret 2026 di balai desa dan disambut antusias oleh masyarakat.
Sebanyak 2.375 warga yang memiliki KTP Sidowayah dan berusia minimal 17 tahun menerima bantuan berupa uang tunai Rp150.000 serta 5 kilogram beras per orang. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan selama dua hari dengan sistem antrean yang diatur oleh panitia desa.
Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jariyanto, menjelaskan bahwa dana program THR berasal dari keuntungan BUMDes Sinergi Sidowayah yang mengelola sejumlah unit usaha desa. Beberapa usaha yang memberikan kontribusi antara lain Umbul Kemanten, Umbul Siblarak, Kampung Dolanan, serta Resto Umbul Kemanten.
“Keuntungan dari usaha desa kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program sosial yang langsung dirasakan manfaatnya,” ujar Mujahid.
Total anggaran yang dialokasikan untuk bantuan tunai mencapai sekitar Rp375 juta, sedangkan bantuan beras diperkirakan mencapai 12,5 ton. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, panitia melakukan verifikasi KTP serta pengaturan antrean selama proses pembagian berlangsung.
Antusiasme warga yang tinggi sempat menimbulkan kerumunan di lokasi penyaluran. Oleh karena itu, sejumlah pihak mengusulkan agar pengaturan distribusi ke depan dapat diperbaiki agar lebih tertib dan nyaman bagi penerima.
Bagi warga, bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang bulan Ramadhan. Legiyem, salah satu penerima, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya karena dapat meringankan pengeluaran keluarga. Hal serupa juga disampaikan oleh Moh. Hadan dan Suarti, yang berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
Selain pembagian THR, BUMDes Sinergi Sidowayah juga menjalankan berbagai program sosial lainnya. Di antaranya santunan kematian sebesar Rp1 juta bagi warga yang meninggal dunia, bantuan dana Rp13,6 juta untuk setiap RT guna mendukung kegiatan lingkungan, serta beasiswa pendidikan berupa subsidi 50 persen bagi 10 karyawan BUMDes yang menempuh pendidikan S1 Manajemen.
Program beasiswa tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan unit usaha desa, sehingga tata kelola BUMDes semakin profesional dan berkelanjutan.
Pemerintah desa menegaskan bahwa pengelolaan BUMDes dilakukan secara transparan dan partisipatif, agar manfaat dari usaha desa dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Ke depan, evaluasi rutin terhadap kinerja unit usaha dan mekanisme penyaluran bantuan akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih efektif.
Model pemanfaatan laba BUMDes untuk program sosial ini dinilai memiliki potensi untuk diterapkan di desa lain, selama didukung oleh manajemen yang baik, administrasi yang tertib, serta sistem distribusi yang transparan dan akuntabel.
(Agus Sutopo)


Komentar Via Facebook :