Ketua Yayasan LKS BMPP Mandiri Deni Juweni Surati Empat Pihak Terkait Banjir Metro

Ketua Yayasan LKS BMPP Mandiri Deni Juweni Surati Empat Pihak Terkait Banjir Metro

CYBER88 | Cilegon – Ketua Yayasan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) BMPP Mandiri, Deni Juweni, menyurati empat pihak terkait menyusul banjir besar yang melanda kawasan Metro dan sekitarnya beberapa hari lalu. Surat tersebut ditujukan kepada Wali Kota Cilegon, Gubernur Banten, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Hilirisasi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan aspirasi warga yang terdampak banjir cukup parah di sejumlah wilayah, terutama di Perumahan Metro, Metro Villa, dan sekitarnya. Banjir yang terjadi bahkan mencapai 1 hingga 2 meter, dan disebut sebagai kejadian terbesar yang baru pertama kali dialami warga di kawasan tersebut.

RT Metro Villa, Mulyana, mengatakan banjir yang terjadi kali ini merupakan yang paling besar selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, wilayah yang paling parah terdampak berada di kawasan Metro Villa dan Florida.

“Ini baru pertama kali terjadi banjir sebesar ini. Yang paling parah itu di Metro Villa dan sekitarnya. Ketinggian air bahkan bisa mencapai sekitar satu sampai dua meter,” ujar Mulyana.

Ia menjelaskan banjir diduga dipicu oleh jebolnya tanggul di kawasan Golf Asri yang menyebabkan kiriman debit air semakin besar menuju aliran sungai di sekitar kawasan Metro. Sementara kondisi sungai yang relatif kecil tidak mampu menampung volume air yang meningkat.

Selain itu, Mulyana juga menyoroti adanya penyempitan aliran air akibat proyek pembangunan jalan tol di area Metro Villa. Warga sebelumnya telah mengusulkan agar konstruksi tol dibuat lebih tinggi sehingga aliran air di bawahnya dapat lebih lebar dan mengalir dengan lancar.

“Dulu warga sudah pernah mengusulkan agar jalan tol itu ditinggikan supaya aliran air di bawahnya lebih lebar. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan, sehingga aliran air menjadi sempit dan akhirnya meluap ke perumahan,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pemerintah daerah dan dinas terkait sekitar dua hingga lima tahun lalu, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

Mulyana juga berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti hasil tinjauan lapangan terhadap titik-titik yang harus diperbaiki, agar banjir tidak terus berulang di kawasan tersebut. Ia menyebut Wali Kota Cilegon sebelumnya juga telah meninjau langsung lokasi penyebab banjir, terutama di area aliran air yang berada di samping proyek jalan tol.

“Harapannya setelah peninjauan itu ada langkah nyata untuk perbaikan, terutama pada gorong-gorong dan aliran air yang menyempit. Supaya ke depan banjir seperti ini tidak terus terjadi lagi,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :