40 Hari Mengenang Benny Indra Ardhianto: Dari Doa Menuju Aksi Sosial Nyata

40 Hari Mengenang Benny Indra Ardhianto: Dari Doa Menuju Aksi Sosial Nyata

CYBER88 | KLATEN — Peringatan 40 hari wafatnya almarhum Benny Indra Ardhianto berlangsung dengan penuh khidmat dan sarat makna. Acara ini tidak hanya menjadi tradisi mengenang, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan almarhum kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam yang diiringi doa bersama. Dalam suasana hening tersebut, tokoh agama dan masyarakat mengajak seluruh hadirin untuk meneladani sikap rendah hati serta kepedulian sosial yang selama hidup menjadi ciri khas almarhum. Momen ini menegaskan bahwa mengenang bukan sekadar simbolis, melainkan juga sarana memperkuat nilai kebersamaan.

Rangkaian acara kemudian berlanjut di masjid setempat melalui pengajian dan tausiyah. Dalam ceramahnya, penceramah menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah, meningkatkan kepedulian, dan menerjemahkan teladan almarhum ke dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut memberikan dorongan moral agar masyarakat terus berbuat kebaikan secara nyata.

Di rumah duka, keluarga almarhum menerima kunjungan dari berbagai pihak yang memberikan dukungan moral. Perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan, seraya berharap nilai-nilai pengabdian dan kepedulian yang diwariskan dapat terus hidup di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Jaka Purwanto menegaskan bahwa peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Ia menekankan pentingnya aksi nyata, seperti pemberian santunan kepada anak yatim, sebagai bentuk penghormatan yang lebih bermakna. Hal ini disambut baik oleh masyarakat yang hadir karena mencerminkan kepedulian yang berkelanjutan.

Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menilai bahwa kegiatan sosial dalam peringatan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk melanjutkan nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan almarhum semasa hidup.

Salah satu momen paling menyentuh adalah penyerahan santunan kepada anak yatim piatu. Bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang dan perhatian yang memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang penuh harap. Panitia menyampaikan bahwa peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat semangat kebersamaan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, peringatan 40 hari almarhum Benny Indra Ardhianto berhasil menghadirkan makna yang lebih dalam. Duka yang dirasakan tidak berhenti pada kenangan, melainkan berubah menjadi energi positif yang mendorong kepedulian sosial dan tindakan nyata bagi sesama.(Agus STP).

Komentar Via Facebook :