Tantangan Umat Islam Pasca-Ramadhan: Menjaga Integritas di Era Digital
Iskak Sulistiya
CYBER88 | KLATEN — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, H. Iskak Sulistiya, menegaskan bahwa tantangan umat Islam pasca-Ramadhan 1447 H tidak lagi sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjaga integritas moral di tengah derasnya arus digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan dalam khutbah Idul Fitri di hadapan ribuan jamaah di Stadion Trikoyo, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026).
Iskak menjelaskan bahwa Ramadhan seharusnya melahirkan komitmen tauhid yang kuat, sebagaimana keteguhan sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas dalam mempertahankan iman meski menghadapi tekanan.
Ia menekankan bahwa ibadah tidak cukup hanya diucapkan secara lisan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap hidup. Gema takbir, menurutnya, menjadi simbol komitmen kepada Allah yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Iskak juga mengingatkan bahwa ancaman degradasi moral di era digital semakin nyata. Memasuki era Society 5.0, generasi muda—terutama Generasi Alfa—akan menghadapi kompleksitas sosial yang menuntut kesiapan moral dan spiritual.
Ia mengajak umat Islam untuk membangun karakter rahmatan lil alamin, dengan mengubah kesalehan individu menjadi kesalehan sosial yang nyata, serta mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Minimal, kita mampu menyelesaikan persoalan diri sendiri tanpa membebani orang lain,” ujarnya.
Sebagai penutup, Iskak menegaskan bahwa indikator keberhasilan puasa terletak pada kejujuran dan integritas, karena puasa merupakan ibadah yang hanya diketahui oleh hamba dan Tuhannya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, dalam khutbah Idul Fitri di Masjid Agung Al-Aqsha Klaten, mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas hidup demi mewujudkan Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Agus Stp)


Komentar Via Facebook :