Lestarikan Tradisi Aswaja, Padepokan Nurus Salam Santuni Anak Yatim dan Gaungkan Kepedulian Sosial
CYBER88 | KLATEN — Suasana penuh khidmat dan kehangatan terasa di Padepokan Nurus Salam, Ngawen, Klaten Utara, Minggu (10/5/2026). Ratusan lantunan dzikir dan sholawat menggema dalam kegiatan Majlis Khotmil Qur’an, Dzikir, Sholawat, sekaligus santunan bagi anak yatim piatu yang digelar rutin setiap Ahad Pahing.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus ajang mempererat kepedulian sosial masyarakat. Puluhan jamaah bersama sekitar 40 anak yatim tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan, mulai dari mujahadah, istigosah, doa bersama hingga santunan dan sedekah bersama.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Padepokan Nurus Salam tetap istiqomah menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) agar tetap hidup dan mengakar di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat pengajian, padepokan ini juga hadir sebagai ruang berbagi dan menguatkan solidaritas sosial.
Pengasuh Padepokan Nurus Salam, Ibu Twilis Anas, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk terus menanamkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu.
“Harapan kami ingin terus melestarikan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah semampu saya dan suami. Alhamdulillah sekarang semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut bergabung dalam gerakan kebaikan ini,” ujar Ibu Twilis Anas.
Menurutnya, santunan yang diberikan bukan semata soal materi, melainkan bentuk kasih sayang dan perhatian agar anak-anak yatim merasakan kebersamaan serta cinta dari lingkungan sekitarnya.
Kegiatan rutin Ahad Pahing ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Selain menjadi sarana memperdalam nilai keagamaan, acara tersebut juga dinilai mampu mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan budaya gotong royong di tengah kehidupan sosial masyarakat Klaten.
Dengan semangat syiar dan kepedulian sosial, Padepokan Nurus Salam berkomitmen terus menjadi cahaya kebaikan bagi masyarakat, sekaligus menjaga tradisi Aswaja agar tetap lestari dari generasi ke generasi.


Komentar Via Facebook :