Tangis Haru Iringi Program Rehab RTLH TMMD ke-128, Dandim Cilegon: Ini Tanggung Jawab Kami

Tangis Haru Iringi Program Rehab RTLH TMMD ke-128, Dandim Cilegon: Ini Tanggung Jawab Kami

Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam saat menenangkan ibu Wati penerima manfaat saat menangis haru rumahnya di rehap dalam giat TMMD 2026.Bukhari

CYBER88 | CILEGON – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon menyentuh langsung kehidupan warga kurang mampu. Salah satunya rumah milik Wati (64), warga Link Sukasari RT 02/06, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, yang selama ini hidup dalam kondisi memprihatinkan. Kegiatan berlangsung pada Kamis (23/4/2026).

Selama lebih dari 42 tahun, Wati menempati rumah sederhana tersebut bersama keluarga anaknya, Yuliana (41), yang hidup dengan suami berpenghasilan serabutan serta dua anak yang masih kecil. Kondisi rumah jauh dari kata layak, dengan atap yang sebagian besar hanya ditutup plastik, serta fasilitas dasar seperti kamar mandi yang tidak memadai.

“Kalau hujan, air masuk. Tidur juga tidak nyaman. Tapi kami tetap bertahan karena tidak punya pilihan lain,” ujar Wati dengan suara lirih. Saat ini, kondisi kesehatannya juga menurun akibat penyakit yang dideritanya, sehingga semakin memperberat beban hidup keluarga.

Kehadiran jajaran TNI dalam program TMMD membawa harapan baru bagi keluarga tersebut. Wati tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya hanya bisa bilang terima kasih kepada TNI. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” ucapnya.

Komandan Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Bukhari, yang turun langsung meninjau lokasi mengaku tersentuh melihat kondisi rumah tersebut. Bahkan, ia mengaku teringat masa lalunya yang juga berasal dari keluarga sederhana.

“Kondisi rumah ini sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai aparat teritorial untuk hadir dan membantu masyarakat. Kami ingin memastikan warga binaan kami bisa hidup lebih layak,” tegasnya.

Ia menambahkan, program RTLH dalam TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas hidup warga dapat meningkat, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Tangis haru Wati menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran negara melalui TNI benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. Rehab rumah ini diharapkan segera rampung, sehingga keluarga Wati dapat menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan layak.

Komentar Via Facebook :