278 Titik Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Riau Bermasalah, Kerugian Negara Rp440 juta

278 Titik Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Riau Bermasalah, Kerugian Negara Rp440 juta

CYBER88 | PEKANBARU – Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan wilayah (JJW) pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau tahun 2025 menjadi sorotan.

Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Riau melalui uji petik menemukan 278 titik pekerjaan pada 13 ruas jalan tidak sesuai dengan volume pekerjaan. Kondisi tersebut disebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp440.007.404,16.

Direktur Lembaga Anti Korupsi Riau (LAKR), Ir. Alex Candra, mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan terhadap pelaksanaan rehabilitasi dan pemeliharaan JJW yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) JJW wilayah I hingga VI.

“Pemeriksaan secara uji petik oleh BPK RI Perwakilan Riau ditemukan 278 titik pengerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan JJW pada 13 ruas jalan di seluruh Riau tidak sesuai volume dan merugikan negara sebesar Rp440.007.404,16,” ujar Alex, Minggu (6/9/2026) di Pekanbaru.

Menurut Alex, secara keseluruhan terdapat 11.389 titik pekerjaan pada 115 ruas jalan yang tersebar di kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 278 titik menjadi temuan karena volume pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Adapun sebaran pekerjaan tersebut meliputi UPT JJW I sebanyak 2.451 titik pada 46 ruas jalan, UPT JJW II sebanyak 774 titik pada 9 ruas jalan, UPT JJW III sebanyak 1.087 titik pada 14 ruas jalan, UPT JJW IV sebanyak 1.685 titik pada 19 ruas jalan, UPT JJW V sebanyak 2.484 titik pada 19 ruas jalan, serta UPT JJW VI sebanyak 2.908 titik pada 11 ruas jalan.

Sejumlah ruas yang disebut bermasalah antara lain Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru dengan 45 titik dan kerugian Rp71,87 juta; Jalan Maredan-Simpang Buatan 19 titik dengan kerugian Rp6,87 juta; Bagansiapi-api-Sinaboi 14 titik dengan kerugian Rp27,65 juta; Pelintung-Sei Pakning 21 titik dengan kerugian Rp53,74 juta; serta Teluk Ketapang-Semukut 5 titik dengan kerugian terbesar, yakni sekitar Rp173,5 juta.

Selain itu, temuan juga terdapat di ruas Kuala Cenaku-Rumbai Jaya, Cerenti-Airmolek, Tapung-Talang Danto, Taluk Kuantan-Cerenti, dan Tandun-Pasir Pengarayan. Sementara ruas Dumai-Pelintung serta Simpang Kumu-Kota Tengah disebut memiliki temuan titik pekerjaan, namun nihil kerugian negara.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik terdapat 278 titik pengerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan JJW yang tidak sesuai volume pekerjaan dengan kondisi sebenarnya,” kata Alex.

Tak hanya itu, pemeriksaan juga menemukan 52 titik pekerjaan yang tidak dapat dilakukan pengukuran dan perhitungan. Menurut Alex, kondisi tersebut terjadi karena bahan, bangunan, maupun material pekerjaan telah tergerus dan tidak didukung dokumentasi yang memadai.

Alex meminta pihak terkait menindaklanjuti temuan tersebut sesuai ketentuan dan memastikan adanya pemulihan kerugian negara.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRPKPP Riau, Zulfahmi, telah dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait temuan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.. (Red) 
 

Komentar Via Facebook :