Warga Jatipuro Keluhkan Pendangkalan Irigasi, Hamenang Pastikan Segera Dinormalisasi
CYBER88 | KLATEN — Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo merespons langsung berbagai aspirasi warga Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, dalam kegiatan Sambung Roso, Rabu (7/10/2026).
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimentasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kelancaran distribusi air untuk kebutuhan pertanian masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Hamenang memastikan Pemerintah Kabupaten Klaten akan segera melakukan normalisasi saluran irigasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi saluran sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara optimal.
“Karena ini berbatasan dengan dua kecamatan, tentu harus ada informasi dari pemerintah daerah. Insyaallah nanti akan segera kami laksanakan normalisasi karena sedimentasinya sudah terlalu tinggi,” ujar Hamenang.
Selain persoalan irigasi, warga turut menyampaikan aspirasi mengenai kondisi bangunan puskesmas desa. Hamenang mengatakan, setiap usulan masyarakat akan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.
Hamenang juga menyoroti kebutuhan sarana pengairan yang sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian. Selama ini, dukungan terhadap kebutuhan tersebut salah satunya berasal dari Dana Desa. Namun, penyesuaian anggaran membuat kemampuan pemerintah desa dalam menyediakan sarana pendukung pengairan menjadi lebih terbatas.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Klaten akan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan dari sektor swasta diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana pengairan bagi para petani.
“Kita akan bekerja sama dengan para pemilik usaha melalui CSR agar bisa membeli kebutuhan air ini untuk memastikan roda kehidupan pertanian tetap berjalan, kemudian dibagikan kembali secara gratis kepada para petani,” jelasnya.
Menurut Hamenang, pemerintah tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga.
Ia menegaskan Pemkab Klaten akan terus mencari berbagai solusi dan membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak agar ketersediaan air pertanian tetap terjaga. Dengan demikian, aktivitas bercocok tanam masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan produktivitas pertanian tetap terpelihara.


Komentar Via Facebook :