Miris!! Bantuan Rutilahu di Desa Anggrawati untuk Penyandang Tunanetra, Hanya Dikirim Genteng
CYBER88 | Majalengka, -- Masyarakat di lingkungan Blok Mekarwati Desa Anggrawati Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka Jawa Barat, mempertanyakan bantuan rumah tidak layak huni untuk salah satu warga yang hingga kini belum dilaksanakan. Padahal, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 sebesar Rp.20 juta itu sudah turun.
Diketahui, penerima bantuan tersebut yakni, seorang tunanetra bernama Nonoh Saenah yang bertempat tinggal di Blok Mekarwati RT 04/RW 01. Warga tersebut sangat menantikan rumahnya yang sudah tidak layak huni itu segera untuk dilakukan renovasi. Sementara, material yang baru dikirim, hanya genteng saja, sedangkan Material lainya belum juga dikirim.
“Kenapa bantuan rutilahu yang lainnya sudah bada dilaksanaka, sedangkan yang punya Nonoh Saenah belum juga dilaksanakan,” Ujar salah satu warga, pada Cyber88.co.id, Senin (26/10/2026)
Menurut warga lainnya, katanya ia mendapatkan informasi bahwa material untuk Rutilahu Nonoh sudah diuangkan oleh Ujang Sanusi, Sekretaris Desa yang sejak 3 bulan lalu berangkat ke Jepang untuk menjadi TKI. Warga itu pun merasa heran lantaran penerima bantuan tersebut merupakan keluarga Sekdes.
Warga itu pun mencurigai anggaran untuk rutilahu milik Nonoh, disalahgunakan. Oleh karenanya, ia berharap, demi kemanusiaan, pihak Pemerintah Desa dapat menindaklanjuti persoalan ini dan memberi penjelasan pada masyarakat.
“Kami berharap Kepala Desa dan mantan Sekdes meminta kejelasan terkait permasalahan ini,”Ucap Warga tersebut.
Ade, Kepala Desa Anggrawati, saat dikonfirmasi via WhastApp, membenarkan bahwa warganya yang bernama Nonoh yang merupakan penyandang disabilitas serta seorang janda itu mendapatkan bantuan Rutilahu melalui program BSPS sebesar Rp.20 juta yang dalam pelaksanaannya dipotoh pph dan ppn. Kades pun meminta penerima bantuan untuk bersabar.
Menurutnya, usai dia meminta kejelasan dari mantan Sekdes, katanya sekdes tersebut akan bertanggungjawab terkait permasakahan ini. Alasan lainnya, keluarga Sekdes ada yang mininggal dunia dan maretial tersebut harus diangkut dari jalan ke lokasi.
Adanya kejadian ini, masyarakat meminta pada Kepala Desa melakukan tindakan tegas terhadapmantan Sekdes tersebut karena apapun yang terjadi, permasalahan ini merupakan tanggung jawab Kepala Desa. Sebab, bagaimanapun, Kepala Desa merupakan salah satu unsur pelaksana dan mitra strategis dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)
Kepala Desa harus melakukan pengawasan dan memantau proses pembangunan di lapangan agar berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan serta standar rumah layak huni.
Alasan pihak Sekdes pada Kepala desa, dinilai tak rasional. Oleh karenanya, warga juga meminta pihak Tenaga Fasilitator Lapangan yang juga mempunyai tugas Mengawal dan mengawasi pelaksanaan fisik bangunan agar memenuhi standar Rumah Layak Huni untuk menjalankan tugasnya.


Komentar Via Facebook :