Budayawan Bogor Ngopi Bareng, Musyawarah Pembuatan Rumusan Tagih 9 janji Walikota Bogor

Budayawan Bogor Ngopi Bareng, Musyawarah Pembuatan Rumusan Tagih 9 janji Walikota Bogor

Cyber88 Bogor - Budayawan merupakan sebuah pilar ikut bagian sebagai kontrol sosial dari sebagian banyak organisasi, LSM, Ormas, yayasan, Media dan lain sebagainya dalam roda kepemimpinan baik itu dipemerintahan, dalam hal ini walikota dan atau Bupati, serta didalam tubuh para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat wilayah Kota dan atau kabupaten dan ikut serta dalam kontrol sosial ditubuh TNI-Polri. Organisasi apapun itu bentuknya sudah barang tentu mempunyai dasar dalam menuangkan ide, gagasan serta keinginan. "Dalam wadah ini yg terbentuk kepada organisasi berkumpulnya para budayawan untuk wilayah Bogor tergabung ke dalam wadah SLW (Sunda Langgeng Wesesa) pemikiran-pemikiran pokok para budayawan itu tertuang berlandaskan Undang-Undang no.5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan." Ungkap Ketua Umum SLW Bogor (Sunda Langgeng Wesesa) Ki karfat (Karyawan faturachman) usai acara ngopi bareng di Palataran Padjadjaran ma Ageung Kota Bogor. Lebih lanjut Ki karfat mengatakan pertemuan ngariung ngopi bareng ini bukan kali pertama dilakukan oleh para budayawan Bogor, kami sering melakukan hal ini dalam rangka pemerhati kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap kebudayaan, ngopi bareng malam ini yang kami lakukan adalah untuk membuat rumusan dalam rangka mengingatkan dengan apa yang telah diutarakan bapak walikota Bogor pada saat pencalonan sebagai walikota Bogor periode ke dua berkomitmen dengan para budayawan yang tergabung kepada wadah organisasi SLW (Sunda Langgeng Wesesa). Ada 9 pokok bahasan pemikiran para budayawan yang disepakati oleh bapak Bima Arya di Graha Pena Radar Bogor pada saat pencalonan walikota Bogor. "Komitmen Calon Wali Kota Bogor Bima Arya dalam Silaturrahim dengan Budayawan Sunda dan Peluncuran Buku Sunda Menjawab, yg digelar SLW di Graha Pena Radar Bogor, Mei 2018." adalah : 1. Memperkuat identitas budaya Bogor sebagai ibu kota Kerajaan Pajajaran dengan membangun Museum Pajajaran. 2. Revitalisasi Cagar Budaya. 3. Pengembangan Komunitas Budaya Sunda. 4. Menyelenggarakan pagelaran seni secara rutin. 5. Menggelar Lomba Kasundaan. 6. Memasukkan nilai seni budaya Sunda dalam muatan lokal kasundaan. 7. Penguatan simbol dan arsitektur kasundaan dalam setiap bangunan fisik. 8. Identitas Sunda dalam semua aspek harus lebih menonjol. 9. Pembinasn mental dan nilai budaya Sunda secara berkelanjutan. Ungkapnya. Dalam Kesempatan yang sama Ketua Umum Seni dan Budaya Bogor (Sebut) bah Eman panggilan akrabnya merupakan anggota SLW mengatakan dengan terbentuknya SEBUD diBogor ini merupakan sebuah wadah yang berorientasi kepada pengembangan, peningkatan seni dan budaya Sunda khususnya di Bogor. "Ngariung ngopi bareng yang dilakukan SLW malam ini dalam pengambilan sikap dan perumus mengingatkan 9 pokok komitmen bapak Bima Arya untuk merealisasikan hal tersebut saya sangat mendukung dan sangat merespon hal pengambilan sikap para budayawan ini untuk kemajuan dan peningkatan mutu serta kuwalitas budaya Sunda dibogor ini," Ungkapnya. Lebih lanjut H.Muhammad Sulaeman Ketum mengatakan dengan pengambilan sikap para budayawan yang menginginkan adanya musium khususnya di Kota Bogor ini. "Dengan adanya musium budaya Sunda tersebut dikota bogor maka program2 para budayawan dan para kasepuhan Sunda untuk edukasi pembelajaran bagi para pelajar akan sangat menunjang dalam memberikan pemahaman akan adat budaya Sunda yang sesungguhnya, Baik dari alat-alat kesenian Sunda maupun dari adat istiadat serta benda-benda pusaka khas kesundaan. Bogor merupakan sesepuh dan atau kasepuhan bagi daerah yang lain dalam pandangan adat budaya Sunda, maka seyogyanya para pupuhu inohong Sunda mengambil sikap untuk masa depan regenerasi lebih baik dalam pengembangan jati diri seni dan budaya adat sundanya," Harapnya. "Dalam kesempatan yang bersamaan Ki Resi Agus Firmansyah pengurus dari SLW (Sunda Langgeng Wesesa) mengucapkan banyak terimakasi kepada Ketua Umum BBRP (Barisan Benteng Raya Padjadjaran) Ki Atma Wirya Sebagai penggegas membuat group tagih 9 janji Walikota Bogor sehingga bisa terselenggaranya acara ini. Tak lupa juga mengucapkan kepada A Bob yang telah berkenan memberikan izin dan mempasilitasi tempat Palataran Padjadjaran digunakan untuk ngopi bareng para budayawan Bogor." Imbuhnya

Komentar Via Facebook :