Akibat Saluran Air di Kota Bekasi Tak Pernah dikeruk, Jadi Salah Satu Penyebab Banjir
CYBER88.CO.ID BEKASI - Tercatat ada 13 sifon atau saluran bawah sepanjang Tol Jakarta-Cikampek belum pernah dikeruk, sehingga terjadi sendimentasi yang membuat sifon itu tidak berfungsi untuk mengalirkan air sehingga mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kota Bekasi. Sifon tersebut tersebar mulai dari perbatasan Kabupaten sampai dengan perbatasan DKI Jakarta.
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan, bahwa 13 sifon itu kondisinya sudah sangat memperihatinkan karena sejak tol itu dibangun belum pernah dilakukan normalisasi atau dikeruk.
“Ini kan sifon sudah sedimentasi sejak tahun 1980-an, ini jadi persoalan, Jadi tidak bisa menampung air dari selatan ke utara, mengalir antri,” ujar Pepen, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, area sifon yang berada bawah Tol Japek juga terganggu akibat adanya pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Jakarta-Bandung. Pembangunan tiang penyangga proyek tersebut banyak menutup saluran sifon yang ada, sehingga aliran airnya jadi terganggu.
“Itu kan proyek nasional, jangan sampai mengganggu sifon-sifon kita yang dari selatan tol ke bagian sana itu mampet karena tertutup,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, sifon yang terganggu akibat proyek tersebut di antaranya di Perumahan Taman Cikas, yang membuat kapasitas saluran air berkurang separuhnya, karena ada galian yang dipasang sheet pile (turap baja).
“Di Perum Cikas itu sudah separuh tertutup, karena enggak ada tempat lagi kan mereka gali, gali sheet pile tapi malah jadi keurug,” imbuhnya.
Selanjutnya, Walikota Bekasi itu meminta proyek KCIC bertanggung jawab dan memperhatikan dampak dari pembangunannya. "Boleh gali, boleh kerjain. Ya, mbok habis dikerjain, digeser, karena dia punya alat berat, jadi jangan sampai menggangu. Jangan sampai nutup saluran,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :