Ribuan Sertifikat Warga Diblokir, Saatnya Bongkar Dalang Zona Merah!
Ilustrasi
CYBER88 | Jambi - Kebijakan blokir Zona Merah Pertamina oleh ATR/BPN Kota Jambi atas permohonan DJKN telah menelanjangi ketidakadilan struktural yang menghantam rakyat. Tindakan sewenang-wenang ini secara brutal merampas rasa aman dan kepastian hukum atas tanah sah milik warga.
Dampak kehancuran ini nyata dan masif, mengorbankan sebanyak 1.832 buah Sertifikat Hak Milik (SHM) warga Kelurahan Kenali Asam. Angka tersebut merupakan bagian dari total keseluruhan 5.506 buah SHM di 7 kelurahan yang kini lumpuh akibat kebijakan nir-empati ini.
Seluruh kedok, motif, dan kerugian struktural di balik pemblokiran birokratis ini akan dibedah dan ditelanjangi langsung oleh team advokasi Forum Warga Tolak Zona Merah (FWTZM) Pertamina. Publik berhak tahu siapa pihak paling bertanggung jawab di balik penderitaan ribuan pemilik sah tanah tersebut.
Di tengah ancaman perampasan aset ini, Koordinator FWTZM Kenali Asam, Ir. Soegiman, menyerukan perlawanan dan konsolidasi akbar kepada seluruh elemen masyarakat. "Ini bukan sekadar mencari solusi, melainkan upaya kolektif mempertahankan masa depan dan hak hidup rakyat yang diinjak-injak," ungkapnya.
Soegiman menjelaskan bahwa medan perlawanan dan konsolidasi rakyat ini akan dipusatkan di area parkiran Masjid Cengho, Jumat (18/9/2026) malam, tepat pukul 19:30 WIB.
"Forum kritis ini akan membongkar tuntas apa substansi sebenarnya dari status zona merah yang selama ini merugikan warga. Evaluasi tajam atas perjuangan Forum Zona Merah juga akan digelar untuk menyusun strategi perlawanan yang jauh lebih terorganisir," jelasnya.
Agenda krusial ini juga mencakup pembentukan Tim Zona Merah tingkat Kelurahan Kenali Asam sebagai garda terdepan perjuangan. Kehadiran seluruh warga, khususnya warga RT 18 yang paling terdampak langsung, adalah harga mati untuk menunjukkan kekuatan solidaritas.
"Di bawah komando Forum Zona Merah Team, momentum ini harus menjadi titik balik perlawanan terhadap kebijakan zalim. Jangan beri ruang bagi penindasan agraria, rapatkan barisan dan rebut kembali hak atas tanah kita!" tandasnya.(SW)


Komentar Via Facebook :