Satgas Pangan Polres Blitar Kota Akan Memberikan Sanksi Pidana Bagi Pedagang Yang Menaikan Harga Dan Menimbun Tanaman Obat Keluarga Atau Toga Dan Empon empon.

Satgas Pangan Polres Blitar Kota Akan Memberikan Sanksi Pidana Bagi Pedagang Yang Menaikan Harga Dan Menimbun Tanaman Obat Keluarga Atau Toga Dan Empon empon.

CYBER88.CO.ID BLITAR - Staf humas polres blitar kota bripka suprijadi mengatakan, mahalnya harga tanaman obat keluarga atau toga atau empon empon di wilayah blitar kota karena dampak dari merebaknya virus corona, satgas pangan polres blitar kota mengintensifkan pengamanan di sejumlah pasar maupun pedagang empon empon, khususnya pedagang jahe/temulawak dan kunyit. 

Pemeriksaan atau pengecekan dilakukan setiap hari, agar tidak terjadi permainan harga di pasaran yang biasanya dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan sendiri. Namun pihaknya memastikan, sampai saat ini pihaknya belum mrnemukan unsur permainan harga ataupun penimbunan stok.

Menurutnya, mahalnya harga toga ini dipengaruhi karena permintaan yang tinggi dan stok yang menipis//bripka suprijadi mengaku, pengintensifan pengawasan ini akan terus dilakukan hingga harga toga ini kembali normal, untuk jahe normal di harga 35 ribu per kg, harga temulawak kembali di harga 6 ribu per kg, dan kunyit di harga 7 ribu per kg. 

Diberitakan sebelumnya, Harga empon-empon di pasar tradisional Kota Blitar ikut naik dampak merebaknya virus Corona. Khasiat empon-empon seperti jahe, temulawak dan kunyit dipercaya bisa menangkal penyebaran virus Corona. Harga empon-empon mulai naik sejak dua tiga hari ini. Harga jahe yang sebelumnya 35 ribu per kilogram naik menjadi 40 ribu per kilogram. Harga temulawak yang sebelumnya 6 ribu per kilogram naik menjadi 10 ribu per kilogram. Sedang harga kunyit yang sebelumnya 7 ribu per kilogram naik menjadi 10 ribu per kilogram.

Komentar Via Facebook :