Meski Bukan yang Paling Mematikan, C19 Terganas Penyebarannya

Meski Bukan yang Paling Mematikan, C19 Terganas Penyebarannya

CYBER88.CO.ID | JAKARTA - Fenomena Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau biasa disingkat dengan Corona membuat dunia panik. Jelas saja, berawal dari Wuhan, China, kini merambah ke seluruh dunia dalam waktu yang cukup singkat.

Dikutip dari kompas.id Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengumumkan nama resmi virus korona dan penyakit yang disebabkan virus tersebut. Secara resmi, nama virus korona disebut dengan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), sementara penyakit yang muncul disebut dengan Covid-19.

Nama SARS-CoV-2 dipilih karena virus tersebut secara genetik memiliki keterkaitan dengan virus yang menyebabkan wabah SARS tahun 2003. Dalam komunikasi risiko, WHO tidak memakai istilah SARS kepada publik, melainkan virus Covid-19. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi ambiguitas di tengah masyarakat.

Covid-19 menyerang organ pernafasan manusia. Berdasarkan data dari WHO, organ pernafasan menjadi sasaran utama infeksi virus ini. Sebanyak 87,9% pasien mengalami gejala demam, batuk kering (67,7%), dan kelelahan (28,1%). Penyakit paling umum setelah terinfeksi adalah pneumonia.

Bukan yang Paling Mematikan

C19 memang bukan yang paling mematikan di antara SARS, MERS, dan flu burung, tetapi tingkat penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit tersebut. Hingga saat ini, belum ada vaksin dan obatnya, bahkan belum ada yang kebal dengan virus ini. Sementara, hanya usaha pencegahan yang bisa kita lakukan.

Social Distancing, program yang dicanangkan pemerintah memang bukan metode penyembuhan, akan tetapi merupakan cara efektif untuk memutus rantai penyebaran penyakit. Sebab, hanya dengan sentuhan, melalui perantara benda pun, virus dapat menempel bahkan masuk ke dalam tubuh kita.

Social Distancing yang tak berjalan secara maksimal, akan memperluas penyebarannya.

"Saat ini tenaga medis, rumah sakit, peralatan, dan obat-obatan sangat terbatasn. kalau semua sakit bersamaan, akan menjadi masalah besar. tenaga kesehatan perlu waktu mengatasi permasalahan ini," dalam secarik pesan dalam video karya Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Untuk itu, kita harus bagaimana?

Perlambat penyebarannya, Jaga jarak dengan orang lain, Jangan sentuh barang sembarangan, Sering cuci tangan, dan jauhi keramaian.

"Cukup tinggal di rumah saja, karena kami tidak memintamu berjuang dengan senapan. Cukup di rumah untuk selamatkan kehidupan. Biarkan kami petugas medis yang selesaikan."

"Kapan lagi bisa di rumah sambil selamatkan nyawa orang lain?" begitulah harapan dari para pejuang medis untuk Indonesia. .

 


Komentar Via Facebook :