Anggaran yang Dikucurkan Pemerintah Menuai Protes bagi Para Pelaku Pers yang Turut Berkontribusi Informasi
Wartawan Keluhkan Anggaran Penanganan Wabah Corona Tak Sentuh Pers
CYBER88.CO.ID | Jakarta - Wabah corona melemahkan perekonomian bangsa, termasuk para pelaku bisnis. Kebijakan lockdown mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah jika tak mendesak untuk keperluaan di luar. Kebijakan tersebut berdasar pada penyebaran virus corona yang begitu cepat. Presiden Joko Widodo mengucurkan anggaran sebesar Rp 401,5 Triliun demi menangani kasus corona beserta dampaknya.
Penggelontoran anggaran tersebut diarahkan kepada Anggaran Bidang Kesehatan yang meliputi APD, test kit, reagen, ventilator, upgrade RS rujukan, insentif dokter dan perawat, santunan kematian, dan lainnya sebesar Rp 75 triliun. Kemudian Anggaran Perlindungan Sosial yang meliputi PKH, kartu sembako, kartu prakerja, dan pembebasan biaya listrik sebesar Rp 110 triliun. Terakhir untuk Insentif Perpajakan dan KUR yang meliputi pembebasan PPH 21, percepatan restitusi PPN, pengurangan PPH, dan penundaan pembayaran pokok dan suku bunga semua skema KUR yang terdampak covid-19. (source: popbela.com)
Kamis (2/4), viral pada grup aplikasi Whatsapp para pelaku pers yang mengeluhkan anggaran yang dikucurkan tersebut sama sekali tak menyentuh lingkup pers. Sedangkan kontribusi pers cukup besar dalam menyambung kebijakan pemerintah kepada masyarakat dan menginformasikan perkembangan serta bahaya dan dampak wabah ini.

Gambar tulisan berbentuk meme tersebut yang entah bersumber dari mana, beredar cukup luas karena sangat mewakili ungkapan rasa para pelaku pers. Mereka (pelaku pers/wartawan/jurnalis - red) berharap Pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo, mengerti bahwa dampak dari wabah ini juga mengarah pada perekonomian pelaku pers.


Komentar Via Facebook :