Sebelum Bunuh Diri, Gadis Asal Jember Sempat Minum Arak
CYBER88.CO.ID | Badung - Sehabis terjadinya pasca kasus bunuh diri mahasiswi dengan mencebur dari Jembatan Tukad Yeh Penet di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, musibah serupa nyaris terjadi lagi di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (2/4) siang.
Korbannya adalah Yuliatin, 20, gadis sebagi pelayan kafe yang nekat mau mencoba bunuh diri dengan mencebur dari Jembatan Sungai Yeh Empas di Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken. Beruntung, korban Yuliatin selamat dari maut karena berhasil di tolong oleh warga setempat.
Dengan melakukan percobaan bunuh diri yang dilakukan korban Yuliatin, gadis kafe yang dari kota Jember, Jawa Timur di Jembatan Yeh Empas terjadi Kamis siang sekitar pukul 13.30 Wita. Sebelum nekat hendak melompat dari jembatan ke Sungai Yeh Empas, korban diketahui sempat minum arak di tempat kosnya di Kota Tabanan, sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, korban minum arak bersama dua temannya, Ren dan Tia.
Korban sempat minum arak tersebut dilakukan oleh Yuliatin, dikarenakan gadis kafe yang berumur 20 tahun ini frustrasi masalah asmara dengan pacarnya, yang bernama Safari, yang sudah punya istri.Namun sekorban menuntut agar untuk dinikahi, tapi tidak mau dimadu. Namun, Safari menolak karena telah miliki istri sah dengan dua anak.
Setelah minum arak siang itu, datanglah sang pacar, Safari, ke tempat kos korban di seputaran Jalan Rajawali Tabanan kawasan Desa Subamia, Kecamatan Tabanan. Entah bagaimana cerita, korban Yuliatin marah kepada pacarnya, lalu langsung keluar kos dengan jalan kaki menuju Jembatan Yeh Empas yang berjarak beberapa puluh meter ke arah timur.
Sampai di Jembatan Yeh Empas, korban Yuliatin langsung naik ke atas pagar jembatan sisi utara, hendak melompat. Beruntung, aksi nekat korban berhasil dicegah sejumlah pengendara yang sedang melintas dan berhenti di atas jembatan. Warga menyelamatkan korban dengan memegangi tangannya, lalu dirangkul ramai-ramai hingga diturunkan dari pagar jembatan.
Saat diselamatkan sejumlah warga, korban Yuliatin sempat berontak dan menangis. Saat dibawa ke sebuah Pos PDIP di dekat lokasi TKP pun, gadis kafe ini masih tetap berontak sambil menangis. Yang bersangkutan tak mau menyebuytkan identitasnya dan kenapa berbuat nekat, saat ditanya warga yang menyelamatkannya. Karena itu, gadis kafe yang belakangan terungkap bernama Yuliatin ini langsung dibawa ke Mapolsek Tabanan untuk ditindaklanjuti.
Menurut Kapolsek Tabanan, Kompol I Nyoman Sukanada,ketika dikonformasi Cyber 88 mengatakan menurut hasil pemeriksaan dan keterangan saksi-saksi, korban Yuliatin nekat hendak bunuh diri dengan melompat dari jembatan, lantaran frustrasi. “Korban menuntut agar dinikahi oleh pacarnya, tapi tidak mau dimadu. Namun, pacarnya tidak mau mengabulkan keinginan korban, karena sudah memiliki istri sah dan dua anak hasil pernikahan-nya tahun 2010,” kata Kompol Sukanada pada Cyber 88
Terungkap, korban Yuliatin susah 8 bulan tinggal di Bali. Kesehariannya, gadis berusia 20 tahun ini bekerja sebagai pelayanan kafe, sebuah tempat hiburan malam di kawasan Tabanan. Sejak awal bertemu sang pacar bernama Safari, korban sudah tahu kalau pria idamannya itu telah memiliki istri dan anak. Korban Yuliatin sendiri sudah diizinkan pulang dari Mapolsek Tabanan, Kamis sore, setelah sempat ditenangkan dan dikorek keterangannya. Korban dipulangkan polisi ke tempat kosnya di Jalan Rajawali Tabanan.(TRI)


Komentar Via Facebook :