Satgas Covid-19 Berjaga di Perbatasan Desa Wangiri danDesa Pupuan Sawah
CYBER88.CO.ID | TABANAN BALI - Untuk pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga Desa Wanagiri selama 14 hari isolasi lokal, telah ditunjuk satu warung agar memiliki stok sembako. Selain itu, Desa Adat Sarinbuana juga mendirikan Posko Sembako. Langkah strategis diambil Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Tabanan dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Desa Wanagiri melakukan isolasi lokal secara mandiri selama 14 hari. Selama itu pula, warga setempat dilarang keluar desa, sementara bagi mereka yang telanjur bekerja di luar buat sementara dilarang pulang kampung.
Ketika di konformasi Cyber 88 Kepala Desa (Perbekel) Wanagiri, I Wayan Surata, mengungkapkan dengan adanya isolasi lokal bagi warganya ini sudah diberlakukan sejak hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942, Rabu, 25 Maret 2020 lalu. Isolasi lokal ini akan berlangsung selama 14 hari hingga Selasa, 7 April 2020 mendatang.
Menurut Wayan Surata, langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah agar membuat Satgas Penanganan Covid-19. “Tujuannya pasti untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona dan mengantisipasi warga kami kontak dengan warga luar,” ungkapnya .
Namun selama isolasi 14 hari itu, seluruh warga Desa Wanagiri dilarang untuk keluar desa, mereka masih dibolehkan keluar rumah untuk berkomunikasi membeli sembako dan bekerja diladang.Begitu pula bagi warga yang hendak bekerja ke luar desa, untuk sementara diliburkan. Mereka sudah mendapatkan dispensasi dari perusahaan tempatnya bekerja. “Jadi, meskipun diberlakukan isolasi desa, warga kami tetap bisa bekerja seperti biasa, asalkan masih dalam ruang lingkup desa,” tegas Surata.
Selama 14 hari isolasi lokal ini, warga Desa Wanagiri juga tidak diperkenankan menerima tamu dari luar desa. Sedangkan bagi warga Desa Wanagiri yang sudah telanjur bekerja dan berada di luar, mereka dilarang pulang kampung sebelum tanggal 7 April 2020.Dengan kebijakan kami lakukan agar bisa dipetakan siapa saja warga kami yang terjangkit. Dalam pertimbangan kami, nyawa satu warga tidak bisa dibayar apa pun, sehingga lebih baik kami mencegah dulu,” lanjut Surata.
Bagaimana pemenuhan kebutuhan pokok selama masa isolasi? Menurut Surata, untuk pemenuhuan sembako bagi warga Desa Wanagiri, sudah ditunjuk satu warung agar memiliki stok selama 14 hari. Warung inilah yang melayani kebutuhan warga setempat.
Selain itu, masing-masing banjar di Desa Wanagiri juga sudah memiliki warung sembako. Bahkan, Desa Adat Sarinbuana, Dewa Wanagiri ikut membuat Posko Sembako yang harganya sesuai dengan harga di warung. “Sementara Posko Penanganan Covid-19 yang kami bentuk, mereka melakukan langkah pencegahan agar virus jenis baru ini tidak masuk ke wilayah Desa Wanagiri,” tandas Surata.
Desa Wanagiri sendiri mewilayahi 6 banjar dinas, masing-masing Banjar Biayahan, Banjar Sarinbuana, Banjar Wanagiri, Banjar Pajahan, Banjar Babakan, dan Banjar Sawah. Seluruh warga yang tersebar di 6 banjar ini menerapkan betul ketentuan isolasi desa.
"Selama ini, belum ada warga yang dikenakan sanksi karena melanggar. Sebab, semua warga mengikuti dengan tertib isolasi desa ini," katanya. Disebutkan, warga setempat sadar dan takut ke luar desa. “Karena kita melakukan isolasi lokal ini fokusnya pada pencegahan kontak dengan warga luar,”
Menurut Surata, meskipun diberlakukan isolasi lokal, namun pemasaran hasil kebun warga seperti buah manggis, durian, dan salak tidak terganggu. Pasalnya, masing-masing banjar telah disiapkan satu pengepul untuk membeli hasil panen mereka. “Jadi, isolasi desa ini tidak sampai mengganggu perekonomian, karena semuanya sudah kami atur,”
Namun kemungkinan perpanjangan kebijakan isolasi desa, menurut Surata, nanti akan dilakukan evaluasi dan melihat situasi terlebih dulu. Jika dipandang perlu, bukan tak mungkin isolasi akan diperpanjang. “Yang jelas, isolasi lokal ini akan berakhir 7 April 2020. Soal diperpanjang atau tidak, kita lihat situasi dan kondisi nanti,” terang Perbekel asal Banjar Sarinbuana, Desa Wanagiri ini, pungkasnya.(TRI)


Komentar Via Facebook :