Carut Marut Penyaluran Bansos Pemkab Bekasi Mendapatkan Reaksi Dari Elemen Masyarakat
CYBER88.CO.ID | Kab.Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi Sudah Mulai mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) Dampak Pandemi Covid-19, setelah melalui serangkaian pendataan yang dilakukan masing-masing Desa Melalui RT dan RW.
"Sebelumnya Dikabarkan," Pemkab Bekasi telah mengalokasikan anggaran 240 miliar untuk penganan covid-19 dan Menyediakan 152.000 Paket Sembako yang akan di berikan Langsung kepada masyarakat terdampak.
Namun, bantuan kemanusiaan ini dituding sebagian masyarakat tidak tepat sasaran dan tidak merata.
Hal tersebut, mengakibatkan gejolak dan kecemburuan sosial yang cukup tinggi di sebagian masyarakat yang belum merasakan bantuan yang sudah dikucurkan oleh Pemkab Bekasi.
Salah satu penerima Bansos, yakni salah satu warga Mangunjaya yang tidak mau disebut Namanya, kepada awak media menyampaikan, " Hari ini saya dapat sembako yang dibagikan langsung pak RT, dan Alhamdulillah sembako udah saya terima, mudah-mudahan bermanfaat,"Terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, "Sembako yang di terima kalau di uangkan Sekitar 197 ribu, sembako yang dibagikan diantaranya beras 5 Kg, Indomie 20 bungkus, kecap 2 botol, Ikan sarden 3 kaleng, minyak sayur 1 Liter dan gula 1 Kg. Kalau di uangkan sesuai harga di warung biasa, ya..di kisaran segitu bang,"Ungkapnya.
Mirisnya, ditengah pendistribusian sembako ini, masih ada masyarakat yang tidak merasa di perhatikan oleh pemerintah, walaupun sebelumnya oleh RT sudah di minta data diri, namun tidak menerima sembako.
Warga dusun III Desa Mangunjaya yang tidak mau disebutkan Namanya, merasa kecewa, dirinya mengeluhkan janji pemerintah untuk pemerataan bantuan. Namun dirinya menyebutkan Tidak kebagian. “Di wilayah RT nya saja hanya 7 KK yang kebagian, "cetusnya.
Pjs Kepala Desa, Encep Hendra Gunawan menjelaskan dikantor nya," Bantuan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk Desa Mangunjaya sebanyak 4.963 paket, yang akan di distribusikan ke 32 RW yang ada.,"jelas Encep, Kamis (30/04/2020)
Sementara Ketua GARDA_P3ER Maruli JPM menyayangkan bantuan Pemkab Bekasi kepada masyarakat yang tidak merata dan terkesan hanya penghambur-hamburan anggaran saja.
Maruli mengatakan, "Pemkab Bekasi sudah menggelontorkan dana ebesar 240 miliar untuk penanganan Covid-19. Hal ini dianggap anggaran yang lumayan besar untuk memenuhi Kebutuhan 2.829 Juta penduduk Kabupaten Bekasi, ucapnya
"Banyak kegiatan yang kurang prioritas yang di buatkan oleh Pemkab Bekasi berkaitan dengan penanganan virus corona ini. Saat ini banyak dipersoalkan tentang biaya pencetakan stiker Bupati yang di tempel di sembako, anggaran itu sangat mubazir, termasuk gudang penyimpanan sembako yang di buat di kota Bekasi. Kenapa tidak memberdayakan wilayah Kabupaten Bekasi saja, berarti disana ada indikasi kecurangan "kata Maruli.
Lebih lanjut Maruli mengungkapkan pendapatnya, "Pembuatan dapur umum yang sumber pendanaannya kurang jelas hampir di setiap desa, namun pada kenyataannya tidak optimal untuk mengatasi persoalan dampak sosial yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, kaitan pembuatan dapur umum tidak tepat, karena hat itu bisa mengundang kerumunan orang banyak. Padahal pemerintah mengajak masyarakat untuk melakukan Social Distancing dan PSBB sudah diberlakukan.
“Situasi saat ini bukan bencana banjir atau bencana longsor, sampai di buatkan dapur umum,"kata Maruli.
Maruli berharap, penggunaan anggaran untuk darurat covid-19 ini, Pemkab Bekasi harus terbuka ke publik. Jangan sampai anggaran disalahkan gunakan, sebab ini berkaitan masalah sosial, harusnya Pemkab Bekasi dapat merinci besaran anggaran per KK penerima, kalau kita mengacu keterangan dari pihak Dinsos, bantuan sebanyak 152.000 paket, berapa anggaran yang dikeluarkan sampai ke masyarakat.
“Kalau kita hitung secara keseluruhan, bantuan yang akan diserahkan ke masyarakat sekitar 197 ribu/paket, dengan kalkulasi barang sebagaimana di sebut masyarakat, berarti total anggaran yang digelontorkan Pemkab Bekasi untuk bansos ini sekitar 29,449 miliar, ini hitungan matematika sederhana saja ,"imbuhnya.
"Kita berharap, Pemkab Bekasi dan dinas terkait, dapat menjelaskan ke publik perihal penggunaan anggaran itu. Sebab ini bantuan sosial dampak Dovid-19,k ita akan terus mengawal dan apabila terdapat kecurangan, kami dari LSM Garda P3ER tidak akan tinggal diam, akan kami laporkan oknum yang memanfaatkan situasi ditengah musibah ini,"tutup Maruli.


Komentar Via Facebook :