Berkelit Jual Kosmetik, Toko Di Jl Toyogiri Jatimulya Ternyata Jual Tramadol Dan Exsimer

Berkelit Jual Kosmetik, Toko Di Jl Toyogiri Jatimulya Ternyata Jual Tramadol Dan Exsimer

Toko Penjual Tramadol dan Eximer di jl.Toyogiri Jatimulya

CYBER88.CO.ID | Kab.Bekasi -  Peredaran Obat Tanpa Resep Dokter, sudah semakin marak terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi khususnya di wilayah Tambun Selatan, dengan berkedok toko penjual kosmetik semakin terang-terangan bereda, di duga menjadi sasaran utama pembeli (konsumen) sekitaran usia belia remaja dan pelajar.

"Testimoni penelusuran awak media, di wilayah Jatimulya, tepatnya di jalan toyogiri no 77. Satu toko penjual kosmetik dihampiri usia remaja datang setiap saatnya, melakukan transaksi jual beli obat jenis Tramadol dan Eksimer, seperti di ketahui bahwa obat yang di perjual belikan, merupakan obat golongan D kesetaraan dengan  jenis narkotika golongan D.

Penjaga toko kosmetik tersebut, ketika ditanya terkait aktifitasnya menjual obat Tramadol dan Eximer, Selasa (2/6/2020), geram dan menelepon temannya, dengan nada lantang, temennya menyuruh penjual supaya mengambil gambar wartawan yang datang ke toko nya, dan tanpa basa basi menantang wartawan.

Sebuah Artikel Hellosehat.com, mengulas efek samping dan anjuran dokter dalam mengkonsumsi obat jenis Tramadol, dalam artikel tersebut menyebutkan,"Tramadol adalah obat yang juga mungkin (meski jarang) membuat ketagihan. Risiko ini akan meningkat jika anda pernah menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan di masa lalu.

"Obat tramadol adalah obat yang mungkin akan menimbulkan reaksi kecanduan, terutama jika sudah digunakan secara rutin dalam jangka waktu lama atau dalam dosis tinggi.

Tramadol adalah obat pereda rasa sakit kuat yang digunakan untuk menangani nyeri setelah operasi. Excimer adalah obat golongan antipsikotik fenitiazina yang digunakan untuk mengobati gangguan mental seperti perilaku agresif.

"Penuturan salahsatu pencandu obat-obatan yang diminta dirahasiakan jatidirinya kepada awak media menuturkan"orang yang sering mengonsumsi  Eximer sering disebut kuning, dan Tramadol sering disebut Papan (tablet) sudah pasti tau  ciri-ciri toko penjualnya, sekalipun si pembeli tidak pernah beli disitu, jadi sudah tau bang, “tuturnya.

"Kecanduan obat-obatan Menurutnya,Lebih ketenangan diri aja, ya dulu karena sering minum alkohol, jadi lari nya ke obat aja, kan murah bang, beli 10 ribu, jadi lebih ke yang murah aja."sebutnya.

Ketua LMP2SDMI  Leo Butarbutar mengomentari terkait maraknya peredaran Obat -obatan, menurutnya" peredaran obat tanpa resep dokter yang sering diperjualkan di toko berdalih kosmetik, saat ini sangat meresahkan masyarakat.

Menurut Leo,"yang menjadi sasaran utama penjualannya merupakan usia muda dan  pelajar ,dapat merusak generasi dan menimbulkan kriminal ,sebab menurut penelitian bahwa penggunaan  obat-obatan ini sangat berlebihan dapat meningkatkan angka  pelaku kriminal seperti ranmor.

"Kami dari LMP2SDMI sangat Berharap, ada ketegasan dari aparat kepolisian khusunya Kapolsek Tambun Selatan dapat memproses pelaku penjualan obat -obatan tanpa ijin dan resep dokter, khusunya toko berdalih jualan kosmetik tapi menjual obat jenis Tramadol dan Eximer,"Tutup Leo. (SB)

Komentar Via Facebook :