SMKN 1 Tambun Selatan Tagih IPP Lewat Tulisan Pesan Whatshap Menuai Kritikan

SMKN 1 Tambun Selatan Tagih IPP Lewat Tulisan Pesan Whatshap Menuai Kritikan

CYBER88.CO.ID| Kab.Bekasi - Redaksi penulisan Surat Edaran perihal Pemberitahuan pembayaran iuran yang dialamatkan pihak sekolah SMKN 1 Tambun Selatan kepada Orangtua siswa menuai kritikan.

Pasalnya, tulisan yang dikirim melalui pesan WhatsApp itu, dituding tidak ada legalitas kelembagaan seperti tanpa memakai kop surat resmi sekolah maupun komite, dan tanpa nomor surat seperti lazimnya dilakukan lembaga pemerintahan.

"Berikut kutipan tulisan whatshap SMKN 1 Tambun Selatan kepada Orangtua siswa

Assalamualaikum

Salam sejahtera

Kepada Yth. Bpak ibu wali murid SMKN 1 Tambun Selatan

Sebelumnya ijinkan kami mengucapkan slamat beribadah puasa bagi yg melaksanakan dan Mohon maaf lahir batin smoga kita smua kembali fitrah

Alhamdulillah

Puji syukur

Guru2 SMKN 1 Tambun Selatan sllu melaksanakan kewajibannya memberikan materi kepada putra putri bapak ibu

Mengingat putra putri bapak ibu akan naik kelas..maka persyaratan yg dtempuh adalah diwajibkan mengikuti penilaian akhir sekolah/PAS yg akan dilaksanakan pda tanggal 2 s/d 8 juni 2020 Adapun ujian bersifat online

Siswa akan diberikan nomor token ujian akhir sekolah  Dengan syarat melunasi administrasi sampai dengan bulan juni

Administrasi bisa dibayar secara langsung datang ke skolah mulai tanggal 26 Mei 2020 pukul 09.00 s/d 13.00

Jangan lupa

*menggunakan masker

*datang tidak bergerombol

*cuci tangan sebelum masuk ruangan

Atau administrasi jg bs dibayarkan secara online ke  Bank Bjb SmkN 1 Tambun Selatan 0053232548100 Bank BRI

SMKN 1 Tambun selatan 044401000127303

*jika membayar online maka siswa wajib konfirmasi ke nomor 085811701717 dengan menyertai bukti pembayaran dan kartu spp...setelah itu akan diberikan nomor token ujiannya

Demikianlah pemberitahuan ini kami sampaikan Smoga bapak ibu memakluminya dan diberikan rizki yg berlimpah Aamiinn

Wassalamualaikum

Ttd

Smkn 1 tambun selatan

Menurut salah satu sumber Orangtua siswa yang diminta dirahasiakan identitasnya merasa keberatan, sebab pihak sekolah memberitahukan tanpa melalui selebaran surat seperti biasanya dilakukan.

"Sumber menyebutkan, Kami Orangtua siswa merasa terbebani dengan bahasa setelah dilakukan pembayaran dan bukti pembayaran itu di berikan ke sekolah untuk  pengambilan nomor token ujian,"ujar sumber.

Komentar Via Facebook :