Mirip Koboy, Kepala Sekolah di Garut Bawa Senjata Mirip Senpi
CYBER88.CO.ID | GARUT - Aksi DJ Kepala SMKN 1 Garut mirip koboy,dia membawa senjata softgun di saku celana dan viral di media sosial.
Aksi Koboy itupun dipertanyakan netizen. Apakah pantas sosok kepala sekolah membawa senjata mirip pistol ? Untuk apa dan siapa yang mau ditembak?. Begitulah pertanyaan netizen.
Atas aksinya itu DJ sudah diperiksa polres garut (8/6/2020).
Plh Kasubag Humas Polres Garut, IPDA Muslih Hidayat, SH dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa DJ sudah diperiksa.
Polres Garut sendiri mendapat informasi pada hari Senin (8/6/2020). Selanjutnya pada jam 19.45 WIB penyidik Polres Garut melakukan konfirmasi terhadap Kepala Sekolah. DJ kemarin datang atas kehendak sendiri guna memberikan keterangan terhadap pemberitaan di sejumlah media online itu.
Menurut, Muslih bahwa saksi (DJ) membenarkan telah memiliki dan membawa pistol itu, DJ membawa pistol di saku celananya.
Kejadiannya kata Muslih, pada hari Kamis 4(4/6/2020) sekira 13.00 WIB di Jl. Pembangunan, Desa Sukagalih, Kabupaten Garut.
Saksi kata Muslih, menjelaskan bahwa Senjata dan amunisinya yang dibawa tersebut setiap hari berada di mobil. Senjata mirip (senpi) berjenis Pistol, merk BARETA itu adalah untuk menjaga diri.
Namun demikian, DJ memang sudah mendapatkan izin atas kepemilikan itu.
"Saksi memiliki izin langsung dari Mabes Polri dengan buku kepemilikan senjata No. Pol. SIPSPK/ 10118-a/ VII/2019 tertanggal 31 Juli 2019," sebut IPDA Muslih.
Dan pada saat itu menurut pengakuannya pistol tersebut tidak dikeluarkan ataupun ditodongkan kepada siapa pun juga.
"Saksi menjelaskan bahwa pada saat itu saksi merasa diancam dan di intimidasi oleh massa yang berjumlah kurang lebih 100 orang setelah itu saksi masuk ke dalam mobil dan senjata tersebut disimpan di dalam saku celana sebelah kanan saksi," ujar Muslih.
"Saksi menjelaskan bahwa pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2020 sekira pukul 13.00 WIB, awalnya saksi pada saat itu akan melaksanakan olahraga Badminton kemudian sebelum saksi melakukan olahraga tersebut mendapatkan kabar dari wakil kepala sekolah SMK I Garut bahwa gedung Patriot sudah dibongkar sekerumunan massa, setelah itu saksi melihat gedung tersebut dan setelah saksi di gedung patriot sudah dikuasai," lanjut Muslih.
Karena untuk berjaga jaga dia pun membawa pistol karena
takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"kemudian saksi masuk ke dalam mobil dan membawa senjata pistol karet jenis BARETA tersebut ke dalam saku dan tidak saksi keluarkan ataupun ditodongkan kepada siapa pun," jelas Muslih.
"Hanya sebatas menjaga atau untuk membela diri saja," tambahnya., (Koes).


Komentar Via Facebook :