Bertahan Demi Melestarikan Seni Tradisi Warisan Leluhur  

Bertahan Demi Melestarikan Seni Tradisi Warisan Leluhur  

CYBER88.CO.ID | Kota Bandung - Pemuda adalah ujung tombak dalam menjaga kelestarian budaya sebagaimana yang merupakan amanat Undang-Undang 1945 pasal 32 yang berbunyi, “Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia”.

Pemuda bangsa bisa memelihara kebudayaan nasional, menghidupkan budaya nasional, memperkaya budaya nasional, membina ketahanan kebudayaan nasional, dan menyebarluaskan serta memanfaatkan kebudayaan nasional.

Namun, sebagai mana diketahui, dijaman sekarang ini makin berkurang seorang pemuda yang serius dalam mempertahankan seni dan budaya dikala semakin derasnya masuk budaya asing yang mengkontaminasi peradaban.

Ahmad Tatang Hidayatuloh atau lebih dikenal dengan sapaan akrab abah Atek yang merupakan sosok pemuda yang memimpin sekaligus pendiri sanggar seni “PUTRA MEKAR BUDAYA” menerangkan, “memang tidak mudah dalam era globalisasi seperti ini bertahan dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada untuk tetap menjaga nilai-nilai seni budaya dan tradisi”, “Katanya.

Abah Atek pun menceritakan, sanggar seni yang di pimpinnya, penuh dengan liku-liku dari mulai tampil tanpa di bayar sampai tidak pernah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, sehingga dia bahu membahu dengan anggotanya, mensiasati bagaimana caranya mempertahankan seni benjang heleran untuk tetap eksis dan hidup di masyarakat di zaman moderenisasi sekarang ini, “Ungkapnya.

Dikatakannya, walau dalam kondisi seperti itu, sanggar seni putra mekar budaya sempat memperoleh tropi-tropi ataupun piagam penghargaan dalam festival-festival budaya yang di selenggarakan di kota bandung dan sekitarnya.

Lebih lanjut Abah Atek menuturkan, dalam pendirian sanggar seni putra mekar budaya di biayai oleh biaya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun.

“Ini adalah wujud kecintaannya kepada seni tradisi warisan leluhur yang harus di jaga kelestariannya dalam kondisi apapun, “Tuturnya.

Abah berharap mudah-mudahan semangat saya ini menjadi pemicu bagi para generasi muda dan pimpinan sanggar seni yang lain anggar tetap bisa menjaga budaya dan seni tradisi yang hampir terkikis oleh jaman.

Sangatlah ironis, mendengar apa yang di sampaikan Abah Atek pada Cyber88 dalam mempertahankan seni tradisi yang di pimpinnya tanpa ada perhatian dari pihak manapun.

Sementara menurut warga sosok abah Atek juga dikenal sangat berjiwa sosial itu terbukti ketika ada masyarakat yang memerlukan biaya ke rumah sakit untuk biaya persalinan istrinya, Abah Atek dengan sigap mencari solusi dan membantu dalam biaya persalinan tersebut.

Menurut PendapatnyaAbah Atek sudah sewajarnya mendapatkan perhatian dari kita semua baik pemerintah atau masyarakat yang mempunyai kelebihan materi ““ungkap Warga.

“Dengan dengan semangat juangnya, tetap berdiri tegap mempertahankan seni tradisi benjang heleran yang semakin terkikis oleh jaman modernisasi saat ini, “Lanjut dia.

Perlu diketahui, Seni benjang heleran putra MEKAR BUDAYA di dirikan tahun 2012 beralamat di Pasir Luhur RT 01 RW 10, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat. (Cecep Muhamad)

 

Komentar Via Facebook :