Indikasi Masih Adanya Mafia Pendidikan, Di Kepanitiaan PPDB Th 2020/2021 SMA Negeri Tanjungsari Sumedang

Indikasi Masih Adanya Mafia Pendidikan, Di Kepanitiaan PPDB Th 2020/2021 SMA Negeri Tanjungsari Sumedang

CYBER88.CO.ID | Sumedang – Lagi-lagi dunia pendidikan menangis dan tercoreng muka, dengan ulah oknum kepanitiaan PPDB SMA Negri Tanjung Sari, Sumedang, tahun ajaran 2020/ 2021.

Indikasi adanya permainan uang pun muncul kepermukaan publik, terutama dari sisitim penerimaan siswa baru melalui penerapan jalur zonasi.

Banyak nya orang tua siswa yang mengeluh, gara gara anaknya itu sudah lolos peripikasi data, tetapi untuk nama nama siswa tersebut, tidak tercantum dalam daptar online nama nama siswa yang lolos peripikasi melalui jalur zonasi, yang mencapai hingga 400 siswa lebih, yang diadakan oleh pihak sekolah sendiri.

Padahal kalau menurut sistim penerapan zonasi yang diterapkan oleh pihak sekolah, sudah ditetapkan dengan batasan maksimal diangka 1700 meter.

Ironisnya, untuk siswa yang tidak tercantum namanya yang lolos peripikasi di online pihak sekolah sendiri, semuanya menunjukan jarak di bawah 1500 meter, bahkan ada salah satu yang jaraknya 1200 meter tapi sama tidak terdaptar.

Salah satu orang tua siswa, yang tidak mau disebutkan nama dan alamatnya, menjelaskan kepada awak media, " Saya sudah datang ke sekolah pada hari selasa, tanggal 7 Juli 2020, untuk menanyakan hal ini, tapi apa yang saya dapat, hanyalah suatu kekecewaan, karena pihak panitia cuma bisa menyuruh saya pulang lagi dan berkata, 

"Sudah ibu, anak ibu sudah tidak keterima di sekolah ini, tanpa menjelaskan suatu alasan yang jelas sebabnya, anak saya tidak bisa diterima.

Ketika awak media mencoba datang kesekolah pada Hari Rabu, tanggal 8 Juli 2020 Jam 8.00 WIB, untuk kompirmasi dengan pihak sekolah, semua panitia PPDB dan Kepala Sekolah tidak bisa ditemui, hingga ditunggu dalam waktu yang cukup lama ,sampai dengan jam 14.00 WIB, tetap tidak hadir juga di sekolah.

Permohonan ijin untuk kompirmasi pada kepala sekolah, dilakukan awak media melalui telepon seluler jam 19.00 WIB pada hari yang sama, tetap tidak  di angkat, begitu juga melalui W A, masih sama sampai sekarang tidak ada jawaban.

Pada hari kamis, Tanggal 9 Juli 2020, Jam 10.00 WIB, Awak media cyber88 mencoba mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, yang berlokasi di wilayah lingkungan Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) Jatinangor. 

Kepala cabang dan stap penting kantor semua nya lagi tidak ada di tempat, dan penerimaan tamu hanya bisa ditemui Yanto, yang menjabat sebagai staf Tata Usaha.

“Tujuan dari pendidikan adalah untuk menjadikan dan melahirkan , anak didik di negri tercinta ini, menjadi orang yang berkualitas didalam berbangsa, bernegara dan beragama, tetapi dengan sedikit melihat kejadian yang masih ada didunia pendidikan sekarang, mungkin itu hanyalah suatu angan angan belaka, “Ungkap Deni Wakaperwil Cyber88 Jabar. (Uje)

Komentar Via Facebook :