Terlalu !!!, Tabungan 6 Tahun Ajaran di MI Cikarang Bangun Sari Pamarican Ciamis Hingga Kini Belum Dibagikan

Terlalu !!!, Tabungan 6 Tahun Ajaran di MI Cikarang  Bangun Sari Pamarican Ciamis Hingga Kini Belum Dibagikan

CYBER88 | Ciamis - Beberapa orang tua murid MI Cikarang  Desa Bangun Sari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis mengungkapkan kekesalannya pada CYBER88 terkait masalah uang tabungan anaknya, Aprilia Dwi Nasipa, samnpai tahun ajaran 2019-2020 sebesar 17 juta rupiah yang sampai saat ini belum jelas pertanggung jawabannya dari Kepala Sekolah Atmala S,Pd,I. M.Pd.

Bahkan menurutnya, bukan cuma anaknya saja yang Tabungannya menjadi korban, namun seluruh siswa SD kelas 6 ajaran tahun 2019-2020 uang tabungannya sampai saat ini belum dibagikan sekitar kurang lebih 80 juta rupiah jelasnya.

Sutrisno yang juga sama sebagai orang tua dari Rizky Taupik Kurrohman siswa kelas 6 ajaran tahun 2019-2020 MI Cikarang menjelaskan hal yang sama.

Nasibnya sama seperti yang dialami oleh Jarmin. Uang tabungan anaknya sebesar 4,2 juta rupiah sampai saat ini belum dibagikan.

Selain dari uang tabungan, bahkan Ijazah siswa-siswi MI Cikarang ajaran tahun 2019-2020 sampai saat ini belum dibagikan.

Dampak dari kejadian ini, seluruh orang tua murid MI Cikarang yang berjumlah 123 orang meminta kepada kepala sekolah, agar uang tabungan anak-anaknya dikembalikan dengan jumlah keseluruhan mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 sekitar kurang lebih 130 juta rupiah.

Ditempat yang berbeda Ayi Bendahara MI Cikarang saat diminta keterangan menjelaskan, bahwa dirinya hanyalah menuliskan uang tabungan siswa dan siswi saja, ucapnya.

Setelah itu uang tabungan diserahkan kepada kepala sekolah MI Cikarang.

Bahkan sekarang seluruh Buku tabungan dan arsipnya pun dibawa oleh kepala sekolah yang entah dimana keberadanya. Kalau masalah Ijazah, memang ada keterlambatan. Karena blangko Ijazah Baru turun minggu kemarin, sekarang masih dalam tahap penulisan, ungkapnya.

Hopidin selaku pengawas MI Cikarang dari Kementrian Agama Kabupaten Ciamis diruang kerjanya menjelaskan, bahwa benar atas kejadian tersebut, uang tabungan siswa siswi MI Cikarang 6 tahun ajaran sampai 2019-2020 sebesar 86 juta.

Uang tabungan wisata juga sebesar 16 juta sampai saat ini belum bisa dibagikan, karena Kepsek MI cikarang sedang berada digarut sedang sakit dan diduga uang keseluruhan siswa siswi MI Cikarang mulai dari kelas 1 kelas 6 semuanya terpakai oleh kepentingan pribadi kepsek.

Bahkan, lanjut dia (Hopidin _red) “saya sudah tegaskan berulangkali ujntuk segera membereskan masalah ini, kejadian ini bukan baru kali ini saja, pada ajaran tahun 2018-2019 pun sama.

Uang tabungan siswa kelas 6 tidak bisa dibagikan karena uangnya tidak ada, kata dia.

“Saya sebgai pengawas sudah berulang kali memberikan peringatan kepada kepsek Atmala, beserta ketua yayasan Alma'arif sesuai SOP.

Namun seolah tidak digubris, saya sudah merasa lelah dengan ulah kepsek Atmala pungkasnya.(Samsu)

Komentar Via Facebook :