Pertanyakan Hasil Tes,Puluhan CPNS Kembali Datangi Kantor BKD Raja Ampat
CYBER88 | Papua Barat - Puluhan Pencari kerja yang mengikuti tes CPNS Formasi tahun 2018 yang digelar pada tanggal 13 Maret 2019 lalu kembali mendatangi kantor BKD Raja Ampat, Senin (4/8/2020) waktu lokal.
Sebelumnya,beberapa hari yang lalu para pencari kerja tersebut sudah mendatangi kantor BKD dengan tuntutan serupa,namun hasil tes CPNS itu hingga hari ini belum juga dipublikasikan.
Sekda Raja Ampat,Dr.Yusuf Salim pada Kamis tanggal 30 Juli kemarin menyatakan bahwa hasil tes CPNS masih dalam tahapan koordinasi dengan gubernur Papua Barat.
Sebab itu,Yusuf meminta agar para CPNS yang hadir dalam kesempatan itu untuk bersabar menunggu hasil yang Tenga dikoordinasikan.
"Jadi saya minta kepada saudara-saudara agar bersabar untuk menunggu, apabila hasilnya sudah ada maka pastinya akan Diumumkan" kata sekda.
Buntut dari perihal itu sehingga puluhan Pencari kerja itu kembali mendatangi kantor BKD untuk mempertanyakan hasil tes CPNS tersebut.
Koordinator aksi Yosepus Mamoribo dalam kesempatan itu menyatakan,bahwa informasi yang diterimanya hari ini para kepala-kepala daerah saat ini melakukan pertemuan dengan Gubernur Papau Barat.
"Informasi yang diterima dari Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Tambrauw selesai melakukan pertemuan dua kepala daerah itu akan menginstruksikan agar hari
ini segera diumumkan" ungkap Yosep.
Sebab itu,Yosepus bersama sejumlah rekan-rekannya menunggu hasil tersebut diumumkan seperti halnya di daerah lain.
"Sesuai informasi yang disampaikan Sekda bahwa sebentar jika sudah ada informasi dari bupati kepada Sekda maka akan langsung di sampaikan kepada Kepala BKD untuk di keluarkan hasilnya melaui website" Imbuh Yosep.
Dalam kesempatan itu,Ia juga menegaskan, ia bersama rekan-rekannya pada hari ini akan tetap menunggu hingga hasilnya di keluarkan.
"Hari ini akan tetap di sini (kantor BKD) sampai hasilnya dikeluarkan. Kita tidak mau hingga besok", tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Raja Ampat, Zainudin Ihamahu menyatakan bahwa, pihaknya tidak akan menempel hasil mengumumkan seleksi CPNS pada masing kantor, akan tetapi diumumkan melalui website agar semua transparan.
"Semua peserta sekitar 2000 lebih itu bisa dilihat dari nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) lalu ditotalkan siap yang masuk peringkat,Jadi bukan hanya mengumumkan yang lolos tapi semua perserta seleksi namanya dimunculkan", terang Ihamahu.
Ia juga menegaskan, bagi yang tidak ikut dalam tes berarti akan memperoleh hasil nol, sedangkan bagi mereka yang hanya ikut tahapan SKD,maka memperoleh nilai satu.
"Nama-nama peserta dari 2.466 orang itu semua di keluarkan agar semua akan lihat. Jadi tidak ada yang di sembunyikan", tambahnya.
Dijelaskan,Terkait kuota 80-20, Zainudin menjelaskan, formasi untuk Raja Ampat total kuota 320, sesuai dengan ketentuan 80-20.
"80-20 OAP yang harus lolos 256 orang, tapi Raja Ampat OAP hanya 254 artinya kurang 2 orang.2 orang itu pelamar OAP yaitu guru TK Waisai dan Saonek yang tidak ada, maka 2 orang itu di isi oleh formasi umum" kata Ihamahu.
Lebih lanjut dicontohkan Zainudin,bahwa misalnya seleksi jabatan butuh lima orang, bearti rengking atau nilai tertinggi ke satu hingga ke lima itu yang dinyatakan lolos.
"Sementara untuk Nilai tertinggi ke enam sampai melampaui tidak, jadi kita melalui rengking atau di nilai tertinggi", jelasnya ", jelas Ihamahu menandaskan. (AJ.Macap)


Komentar Via Facebook :