Andri Menilai Iklim Pilkada Akan Terasa Berbeda Ditengah Pandemi Covid 19

Andri Menilai Iklim Pilkada Akan Terasa Berbeda Ditengah Pandemi Covid 19

CYBER88 | Karawang -- Proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang  terus bergulir. Awal Bulan September 2020 sebagai penentu ketetapan pasangan calon dan koalisi Partai Politik (Parpol). Meski pun sampai saat ini belum ada satu pun yang sudah fix berpasangan dan koalisi.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan pada saat di minta pendapat perihal prediksinya mengenai Pilkada Karawang, sambil melemparkan senyum ringan menjelaskan kepada cyber88.co.id, Senin (17/08) bahwa yang namanya prediksi itu bukan suatu kepastian, tapi siapa pun sah-sah saja mengutarakan prediksi politiknya, 

Apa lagi katanya, Akhir-akhir ini peta politik Pilkada Karawang sudah mulai sedikit terbuka ke ruang publik."

"Dari beberapa figur yang sudah memploklamirkan diri bakal maju pada perhelatan politik 9 Desember 2020 nanti sudah secara vulgar mengeluarkan statement soal keyakinannya akan berpasangan dan koalisi dengan pihak tertentu.

Bahkan menurutnya, secara terang-terangan para bakal Calon mempublikasikan photo bersama. Tetapi, bagi saya kalau belum adanya ketetapan yang pasti seperti adanya surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing - masing Parpol, bukan suatu kepastian yang harus diyakini. Namun, sah - sah saja kalau dari sekian banyak figur meyakini atas keyakinannya masing - masing." Jelasnya

"Dalam politik praktis, sambung Andri, segala sesuatunya bisa jadi mungkin dan bisa jadi tidak mungkin, karena politik praktis itu sangat dinamis, jangankan berhitung waktu Bulan. Minggu, hari, bahkan jam pun bisa saja berubah konstelasinya.

Dalam hal ini, justru saya memprediksi, untuk rekomendasi bakal ada yang turun di injury time atau last minute, dan hal ini nanti yang dapat merubah peta politik sesungguhnya, sebab pelaksanaan Pilkada di situasi yang masih belum normal karena pandemi Covid - 19 atau Virus Corona seperti sekarang ini juga sangat menentukan."

"Bagaimana tidak menentukan. Jika pada umumnya Pilkada di laksanakan dalam situasi normal, dengan adanya kampanye terbuka, sosialisasi tatap muka dengan masyarakat, kali ini hal - hal demikian ditiadakan, sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Corona.

Sehingga dengan begitu, pemenang Pilkada akan sangat sulit diprediksi. Bisa saja akan ada kuda hitam yang sebelumnya tidak terprediksi menang, bahkan diprediksi bakal maju saja tidak yang muncul sebagai pemenangnya, dan jika sekarang bicara siapa yang bakal menang, saya anggap masih sangat terlalu prematur.

Pastikan saja dulu nanti di awal atau pertengahan Bulan September 2020, siapa saja yang mendapat rekomendasi Partai yang memenuhi syarat minimal dukungan Parlemen, yaitu 20% dari jumlah kursi Parlemen Karawang, dan saya meyakini, semua rekomendasi Partai akan turun di last minute. Pungkas Andri (Hys)

Komentar Via Facebook :