Sterilisasi Area Keramaian, Tak Hentikan Prostitusi Gang Sadar

Sterilisasi Area Keramaian, Tak Hentikan Prostitusi Gang Sadar

CYBER88 | Banyumas -- Penutupan area prostitusi Gang Sadar pasca pandemik Covid-19 ternyata tak menghentikan aktivitasnya di seputaran lokasi tersebut. Pasalnya, hasil penelusuran di lokasi pendukung wisata Baturraden tersebut masih berjalan, namun dengan sistem calo.

Senin (17/8) malam, ekspedisi dimulai dari area parkir pengunjung. Para Anjelo (sebutan ojek para WTS) yang berjaga menawarkan jasa seks kepada wisatawan yang turun dari kendaraan. Tak hanya itu, pedagang warung dan penjaga toilet pun turut andil dalam sistem percaloan tersebut.

Saat ditelusuri ke dalam, Gang Sadar tampak kosong. Hanya motor penduduk yang terparkir di pelataran bangunan. Terlihat sangat kontras pada momen sebelum ditutupnya Gang itu.

WTS yang biasanya menampakkan diri, kini tersembunyi. Jika negosiasi harga cocok dengan para calo, Anjelo pun siap mengantarkan pesanan. Masalah lokasi eksekusi, bisa pilih sendiri.

Namun, zona prostitusi bukanlah parasit bagi pariwisata. Seks yang menjadi kebutuhan, mendorong pendapatan unsur pariwisata seperti hotel, penginapan, dan lapak pedagang lainnya, yang sangat membantu lini usaha dan kelancaran pajak terhadap Dinas Pariwisata.

Kawasan perhotelan yang masih sepi akibat pandemik Covid-19, prostitusi menjadi alternatif pendapatan hotel yang cukup lumayan. Dengan tarif bervariasi mulai dari 50 ribu Rupiah per jam, tergantung fasilitas yang ditawarkan. Prostitusi pun menjadi bisnis yang membantu para pedagang warung kopi dan jasa parkir untuk menarik tamu demi mencukupi keseharian.

Komentar Via Facebook :