Strategi Psikologi Marketing
Konten Ini Akan Segera Dihapus - Scarcity Effect
CYBER88 | Red - Takut adalah emosi dasar pada manusia. Sebuah mekanisme pertahanan hidup yang timbul sebagai respons stimulus tertentu. Bukan kepada hal yang menyeramkan, namun ketakutan terbesar kita adalah saat harus merasa kehilangan.
Secara ilmiah, rasa takut kehilangan adalah salah satu emosi paling kuat, paling persuasif, paling motivatif, dan memberikan pengaruh yang sangat besar pada tindakan dan bagaimana kita mengambil keputusan. Hal tersebut dapat digunakan dalam marketing untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar. Memaksa orang untuk membuat keputusan lebih cepat, sehingga kita dapat menjual lebih banyak.
Kali ini kita akan bahas Scarcity Effect, salah satu tekhnik dalam Psikologi Marketing yang sangat mujarab untuk menggugah rasa takut atas kehilangan.
Scarcity adalah ketersediaanatas sebuah komoditi secara terbatas. Dalam Pemasaran, Scarcity berarti kelangkaan. Scarcity Effect adalah kecenderungan psikologisyang membuat sebuah pilihan yang lebih langka memiliki value yang lebih besar ketimbang pilihan yang berlimpah-ruah.
Dalam otak kita, Scarcity terasosiasi dengan sesuatu yang positif, mewah, eksklusif, dan diperebutkan banyak orang, sehingga harus kita kejar atau miliki.
Ketika sebuah opsi selalu tersedia, orang akan cenderung menunda dan mengulur waktunya, lalu segera melupakannya. Namun, jika sebuah opsi tersedia secara langka, terbatas baik jumlah maupun waktunya, maka seseorang akan terpicu untuk membuat keputusan dengan segera.
Mungkin judul ini adalah salah satu alasan kalian membuka artikel ini. Judul yang digunakan sebagai contoh langsung tentang bagaimana sesuatu yang langka akan lebih menarik perhatian. Kemungkinan besar itu menjadi motivasimu saat mengklik artikel ini bukan?
Beberapa contoh Scarcity mampu mendongkrak penjualan. Waktu paling ramai mall dikunjungi adalah saat diskon mau habis, seperti saat menjelang lebaran. Kemudian penjualan dengan sistem launch akan membentuk puncak tertinggi selama periode penjualan pada pembukaan dan menjelang penutupan. Meski nyata atau sekedar setingan, Scarcity selalu efektif.
Ada 2 dimensi yang dapat dieksplorasi, yaitu jumlah dan waktu. Produk dengan jumlah terbatas akan menghasilkan Scarcity, begitupun produk yang dijual dalam waktu terbatas. kita pun dapat menggunakannya secara bersamaan untuk menghasilkan dampak yang lebih kuat.
Poin pentingnya adalah tentang bagaimana menghadirkan ketergesaan dalam kampanye marketing yang kita miliki. Karena saat menciptakan Scarcity, kita pun sekaligus menimbulkan urgensi yang dengan mudah akan memotong serangkaian pikiran berbasis logika dan nalar yang acapkali menjadi deal breaker.


Komentar Via Facebook :