KTH, Harapkan Kejelasan Aturan di WPC Yang Kian Ramai Dikunjungi Wisatawan
Ramai Dikunjungi Wisatawan, WPC Belum Punya Peraturan
CYBER88 | Cianjur -- Wisatawan lokal maupun luar daerah tak henti-hentinya datang mengunjungi Wisata Pantai Cemara (WPC), apalagi di hari sabtu dan minggu wisatawan berdatangan dari berbagai penjuru daerah.
Selain siang hari para pengujung WPC yang berada di kampung Cipanglay, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jabar, itu, malam hari pun kerap di datang para wisatawan
Di obyek wisata tersebut, disuguhkan keindahan suasana malam. Apalagi tersedianya pasilitas menginep dengan membuat tenda (Camping di kawasan hutan cemara )
Namun, Ironisnya tempat wisata yang begitu ramai di kunjungi oleh para wisatawan bahkan Firal di media sosial, (Medsos) tidak ada kejelasan peraturan pemerintah Desa (PERDES ) Maupun Pelaturan Daerah nya
Padahal, peraturan Pemerintah tersebut sangat di tunggu oleh pengelola Kelompok Petani Hutan (KTH), Pengelola Parkir, pedagang, dan Permainan ATV. Hal tetsebut tentunya Supaya ada kejelasannya tentang tata kelola kawasan wisata tersebut.
Saat Cyeber88.co.id berada di lokasi wisata tersebut, menemui salah satu pengunjung asal Bandung, Dedi kuswandi, yang sedang menikmati keindahan obyek wisata Cemara mengungkapkan,
"Saya sudah dua kali datang ke tempat ini dan bawaannya ingin lagi datang, soalnya tempat ini sangat nyaman dan masih sejuk.
Cuma, karena betada di dalam hutan kalau pingin buang air atau sembahyang itu sangat kesulitan," Ungkapnya.
"Coba kalau sudah ada penataannya pasti lebih banyak lagi peminat wisata ke tempat ini," Imbuh dia.
Dedi juga menambahkan, kalau tempat ini sudah di tata kelola dengan rapih pasti akan makin banyak berwisata yang berdatangan ke tempat ini.
Soalnya, lanjut Dedi. Tempat seperti ini masih terbilang jarang, di pingir laut ada hutan cemara, bahkan paket kumplit, dengan adanya hutan, Sungai, laut, dan di kelilingi oleh pesawahan masyarakat, sangat menambah keindahan tempat ini," cetusnya.
Sementara itu, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sebagai pengelola Kawasan Wisata Harna Wiharna menuturkan, "Dengan kondisi yang tidak ada kejelasan peraturan pemerintah sementara Kondisi hutan harus di jaga dari kerusakannya, saya beserta Angota KTH harus tiap hari tiap malam menjaga kerusakan ataupun kebersihan supaya tempat itu terawat dan tetap tumbuh subur," Katanya.
Angota KTH tiap pagi selalu membersihkan bekas sampah yang di tinggal kan para pengunjung samapai sore bahkan malem nya menjaga hutan di bagi kelompok untuk keliling di areal hutan cemara, itu semua di lakukan dengan iklas untuk menjaga dan membersihkan kawasan hutan cemara," Tambah dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, "Meskipun itu semua belum ada kejelasan letak tangung jawab sebagai Pengelola kawasan tetap di jalankan meski tidak ada untuk upahnya dari pihak manapun,
Adapun kami bisa ngopi bersama itu semua di dapat dari limbah sampah yang bisa di jual seperti bekas AQUA dan plastik lainya kami kumpulkan lalu di jual.
Karena kami tidak berani meminta untuk biaya oprasional penjagaan di kawasan wisata seperti kebersihan, keamanan ke siapapun meskipun di luar areal wisata ada palkir, Pedagang, WC, maupun pemainan ATV di karenakan belum ada kejelasan pelaturan pemerintah kami bekerja untuk menjagga hutan di lakukan dengan kesadaran angota KTH Cidamar Lestari," Pungkasnya.


Komentar Via Facebook :