Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Ruang Belajar Online Bogor Diresmikan

Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Ruang Belajar Online Bogor Diresmikan

CYBER88 | Bogor -- Ruang Belajar Online (RBO) Jabar Bergerak Kota Bogor diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor Yantie Rachim

Yanti menyampaikan latar belakang didirikannya Ruang Belajar Online. Ada beberapa persoalan para pelajar dalam mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama ini, di antaranya keterbatasan bimbingan orang tua, gawai tidak memadai, dan ketidakmampuan orang tua dalam menyediakan kuota internet.

"Sementara tujuan utama yang ingin dicapai di antaranya sebagai upaya pemenuhan hak belajar bagi anak, pemerataan belajar online dan mengurangi beban moril maupun materil," katanya, Rabu (7/10/2020).

Ruang Belajar Online di Warung Bandrek RW 5 Kelurahan Bondongan ini merupakan pilot project tahap I. Untuk tahap II rencananya akan ada 6 titik yang tersebar di 6 Kecamatan Kota Bogor. Sementara ini, untuk kebutuhan gawai, Jabar Bergerak Kota Bogor berhasil mengumpulkan sebanyak 59 gawai dari 84 gawai yang dibutuhkan.

Yantie berharap apa yang telah dilakukan Jabar Bergerak Kota Bogor mampu menjadi solusi dalam pemerataan belajar secara daring di tengah pandemi. Selain itu kekurangan gawai segera terpenuhi.

Sementara itu, Bima Arya menginginkan agar ruang belajar daring ini bisa disinergikan dengan program Pemerintah Kota Kogor, yakni Jaga Asa (Jaringan Keluarga Asuh).

"Insyaallah ke depan kita sinergikan program Jaga Asa dengan Ruang Belajar Online agar bisa jalan bersama-sama, karena memang kuncinya adalah sinergi. Jadi, Jaga Asa akan dibuat dan bisa menampung sumbangan gadget atau laptop," katanya.

Menurutnya sinergitas keduanya bisa menjadi penolokukur di Indonesia, di mana ada kelompok-kelompok belajar di tingkat warga berisi para siswa kurang mampu yang membutuhkan bimbingan dan bantuan, baik secara materi maupun konten pendidikannya.

Sebelumnya, Pemkot Bogor telah memasang WiFi Publik gratis di seluruh RW se-Kota Bogor yang didukung DPRD Kota Bogor dalam rangka membantu para siswa mengikuti PJJ dampak pandemi Covid-19.

Bima berpendapat, infrastruktur yang ada harus diimbangi dengan kultur. Dirinya berpikir untuk melibatkan Dasa Wisma, yang terdiri dari para Ibu PKK, karang taruna maupun PLKB untuk membantu pendekatan secara kultur sebagai pengawasan.

"Dasa Wisma itu dahsyat. Jika aktif maka anak-anak bisa dibimbing. Tinggal pastikan mereka menjalankan dan menjaga protokol kesehatan. Pengawasan yang dilakukan bisa melengkapi sistem yang telah dibangun," katanya.

Dampak pandemi Covid-19 pada kenyataannya, kata Bima, lebih dahsyat daripada yang dibayangkan semua pihak. Tidak saja mengancam kesehatan dan menghilangkan nyawa, namun dihadapkan pada ancaman The Lost Generation (generasi yang hilang). Untuk itu dibutuhkan penanganan secara serius agar tidak mengancam pendidikan. (Wawan suhartono).

Komentar Via Facebook :