Menteri Pertahanan Bicara soal Tudingan Tak Lantang Lagi hingga Hoaks RUU Cipta Kerja
CYBER88 | Jakarta -- Semenjak masuk dalam jajaran pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Menteri Pertahanan dan Keamanan Prabowo Subianto kerap disebut irit bicara dalam menanggapi sejumlah isu.
Kondisi tersebut jauh berbeda ketika dia masih menjadi rival Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Banyak kritikan yang disuarakan oleh mantan Danjen Kopassus tersebut saat Jokowi membeberkan sejumlah program untuk lima tahun ke depan bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Disinggung soal sikapnya sejak masuk pemerintahan, Prabowo mengaku cita-citanya tidak berubah. Menurut dia, untuk bisa mencapai tujuan tersebut, dia memilih jalan lain. Seperti pepatah bilang, ada banyak jalan menuju Roma.
"Ibarat kita dari Jakarta mau ke Surabaya, kita tentukan mau lewat jalur utara atau lewat jalur selatan. Tapi ujungnya saya tetap mau ke Surabaya. Jadi nilai dan cita-cita tidak berubah ingin menegakkan suatu negara yang berdaulat, negara yang aman, negara yang adil, negara yang makmur," tegas Prabowo.
Termasuk soal RUU Cipta Kerja. Dia menilai ada kabar tidak benar atau hoaks yang disebarkan terkait isi RUU Cipta Kerja tersebut.
Dia meyakini, isu itu bersumber dari luar negeri. Prabowo menyebut ada kekuatan asing yang tidak ingin Indonesia aman.
Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto membantah dirinya sudah berubah ketika masuk dalam pemerintahan. Menurut dia, nilai dan cita-cita yang terpatri dalam dirinya hingga kini masih tetap kokoh.
"Jadi kita harus pandai memilih, tetapi nilai-nilai tidak berubah, cita-cita tidak berubah," kata Prabowo dalam sebuah sesi wawancara yang dikutip Selasa (13/10/2020).
Prabowo menganalogikan suatu perjalanan. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, tujuan memang satu, tapi untuk mencapai tujuan itu bisa melalui banyak jalan.
Menurutnya, saat ini Indonesia memerlukan stabiltas dan rasa persatuan serta kerukunan di tengah-tengah rakyat. Belajar dari pengalaman dan sejarah, Prabowo menuturkan bahwa para penggangguran Di Indonesia kerap menggunakan cara-cara adu domba di tengah rakyatnya.
"Kita diadu domba, selalu diadu domba. Jadi setelah saya pelajari ini oke saya jadi tahu kita punya sistem. Kita sudah memilih sistem demokrasi," tegasnya.


Komentar Via Facebook :