Akibat Temukan dan Videokan Penyalahgunaan Bantuan Beras PKH, 2 PNS dan 1 Warga Sipil Malah menjadi Tersangka

Akibat Temukan dan Videokan Penyalahgunaan Bantuan Beras PKH, 2 PNS dan 1 Warga Sipil Malah menjadi Tersangka

CYBER88 | Pelalawan - Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Sosial Pelalawan  dua orang menjadi tersangka karena menemukan dugaan dugaan bantuan beras Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial, mereka menjadi tersangka karena merekam dan melaporkan temuan itu ke Bupati Pelalawan HM Harris dan satu orang lainnya yang merupakan warga sipil juga turut dijadikan tersangka.

Video yang sempat menghebohkan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Pelalawan itu, terdapat sejumlah warga menerima bantuan beras PKH secara bersamaan dengan sebuah tas yang bertuliskan nama salah satu pasangan Calon Bupati Pelalawan yakni Bangkri atau Bang Zukri Misran yang diusung oleh partai PDI Perjuangan, PKB dan PPP .

Dua PNS dan satu warga sipil yang ditetapkan oleh Polres Pelalawan setelah dilakukan penyelidikan selama 5 hari yang dilaksanakan sejak 10 Oktober lalu oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),  Polres Pelalawan, dan Kejaksaan Negeri ( Kejari) Pelalawan.

Ketua Bawaslu Pelalawan, Mabrur saat dikonfirmasi mengatakan, nama salah satu paslon yang ada  dalam video tersebut menjadi pihak yang dirugikan, nama paslon yang terdapat dalam video tersebut adalah salah satu dari pasangan cabup nomor urut 2 yakni Zukri Misran alias Bangkri.

Yang disebut dalam video itu merasa dirugikan, kata Mabrur, Sabtu (17/10).

Sementara saat ditanyai pasangan yang diuntungkan, Mabrur masih enggan menjawab, "Salah satu sajalah jangan dua-duanya, satu saja cukup," imbuhnya.

Mengenai bantuan beras itu, Ia membenarkan kalau beras itu bantuan dari pihak Kementerian Sosial yakni beras PKH. "Ini bukan dari salah satu paslon," ujarnya.

Kuasa Hukum tersangka, Asep Ruhiat SAg SH MH menilai bahwa terhadap salah satu paslon yang mengatas namakan bantuan itu, diduga keras melakukan money politik atau politik uang, "Ini harus diusut sampai akar-akarnya, seperti siapa yang menyuruh melakukan dan siapa yang bertanggung jawab," jelasnya.

"Terhadap kasus  ini harus dikejar oleh Gakumdu bukan menersangkakan petugas Dinas Sosial yang semestinya mendapatkan penghargaan," ujar Asep.

Sementara penetapan terkait terkait dengan dua orang PNS Dinas Sosial itu, Asep saat ini sedang siap gugatan praperadilan.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Aryo Damar mengatakan, pihaknya menetapkan 3 tersangka dalam kasus Pilkada tersebut, "Kita telah menetapkan tersangka sebanyak tiga orang dalam kasus ini,".

Aryo menyampaikan, tiga orang tersangka masuk dalam dua berkas perkara, yakni perihal video viral beras Program Keluarga Harapan (PKH) dan ada tas nama Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2, Zukri Misran.

"Saat ini Surat pemberitahuan Penyidikan (SPDP) sudah kita kirimkan ke Kejaksaan, "  bebernya.

Pihaknya akan datang selama 14 hari untuk kemudian akan dilimpahkan ke Kejari Pelalawan, agar proses hukumnya dan para tersangka ini diduga merugikan atau menguntungkan Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Pelalawan akibat video yang sangat luas tersebut.*

(sp/red)

Komentar Via Facebook :