Plt.Bupati Raja Ampat Kecewa Atas Hasil CPNS 2018 ,Ketua Panselda Tegaskan Siap Bertanggung jawab

Plt.Bupati Raja Ampat Kecewa Atas Hasil CPNS 2018 ,Ketua Panselda Tegaskan Siap Bertanggung jawab

Sekda Raja Ampat,Dr.Yusuf Salim,M.Si saat memberi keterangan Pers

CYBER88 | Papu Barat -- Sekretaris Daerah (Setda) Raja Ampat,Dr.Yusuf Salim,M.Si pada hari kemarin Jumat (16/10) telah resmi mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018.

Namun, nampaknya kebijakan sekda dalam mengumumkan hasil tersebut menuai protes dari Plt.Bupati Raja Ampat, Minuel Piter Urbinas.

Dikutip dari media beritaaktual.co edisi Jumat (16/10) bahwa, Plt.Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas merasa kecewa atas hasil CPNS tersebut lantaran diumumkan secara tiba-tiba.

“Tentu hal ini akan saya laporkan agar ditindaklanjuti. Jangankan pengumuman, nama-nama yang dinyatakan lolos saja saya tidak tahu,” ujar Urbinas Jumat, 16/10/2020 sebagaimana dilansir oleh media ini.

Urbinas menegaskan,akan melaporkan hasil CPNS formasi 2018 Raja Ampat kepada Gubernur Papua Barat dan menteri dalam negeri (Mendagri) agar segera menindaklanjuti.

Kata Urbinas, Pasalnya hasil seleksi CPNS formasi 2018 tersebut diumumkan tanpa sepengetahuan dirinya.

Sementra sekda Raja Ampat, Dr.Yusuf Salim, M.Si pada Jumat hari kemarin kepada sejumlah jurnalis di Waisai telah menjelaskan bahwa,hasil tersebut harus segera mungkin diumumkan dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Menurut Salim, kebijakannya dalam mengumumkan hasil CPNS tersebut tentu beralasan dan berdasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Alasan pertama yang sekda kemukakan yakni, berhubungan dengan kapasitas dirinya sebagai Ketua Panitia Seleksi Tingkat Daerah (Panselda).

"Kenapa saya harus umumkan itu,karena berkaitan dengan saya sebagai ketua (Panselda) Panitia Seleksi Daerah",terang Sekda Yusuf Salim.

Selain itu Ia juga menyatakan, bahwa Pemerintah daerah saat ini sedang dalam masa transisi kepemimpinan. Namun, kata Yusuf transisi bukan berarti kekosongan kepemimpinan sebab, ada Pelaksanaan Tugas Bupati.

Ia mengaku,bahwa sebelumnya Ia sudah berkoordinasi dengan Plt.Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas. Pada saat itu,Urbinas menyarankan agar pengumuman hasil tersebut ditunda.

Namun Kata Yusuf, setelah dirinya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpan RI, BAKN dan Kakanreg Provinsi Papua Barat bahwa hasil tersebut harus segera diumumkan dan tidak bisa ditunda.

"Harus diumumkan hari ini, karena kita sudah laporkan ke pusat bahwa tanggal 17 harus segera diumumkan". jelasnya

Yusuf menjelaskan, hasil tersebut harus segera diumumkan karena berkaitan dengan Postur APBN, yang mana Formasi 2018 yang sudah umumkan tersebut akan dianggarkan pada tahun anggaran 2020.

"Jika kita tidak umumkan,misalnya kita tunda dengan berbagai pertimbangan ujung-ujungnya adalah yang rugi 320 orang itu sendiri,karena kalau kita umumkan sekarang kita bisa kejar pengisian data dan sebagainya, penerbitan NIP dan sebagainya bisa terhitung pada 1 November bisa juga paling lambat 1 Desember",terang Sekda.

Lebih lanjut disampaikan, kebijakan tersebut diambilnya dengan berbagi konsekuensi, namun, menurut Yusuf, Kapasitasnya sebagai ketua Panselda diberikan ruang untuk mengumumkan hasil tes tersebut.

"Saya siap bertanggung jawab atas seluruh isinya dengan pertimbangan yang tadi yang saya sebutkan sebelumnya",tandas Sekda dengan tegas. (Awin J.Macap)

Komentar Via Facebook :