Nikolas Umpain Menduga Ada Politisi Yang Gerakkan Tokoh Agama di Raja Ampat
CYBER88 | Papu Barat -- Pesta demokrasi Pemilihan Kepala daerah dan wakil kepala daerah di Raja Ampat kini semakin memanas.
Baru-baru ini, sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Raja Ampat bersatu telah melakukan aksi di KPU Raja Ampat. Ironisnya dalam massa aksi juga terlibat sejumlah tokoh Agama.
Salah satu intelektual muda Raja Ampat, Nikolas Umpain,S.Th menduga ada oknum politisi yang menjadi motor penggerak dari gerakan ini.
Menurutnya, Keterlibatan tokoh-tokoh agama dalam mengintervensi politik di daerah ini akan sangat berpengaruh pada tatanan sosial kemasyarakatan di Raja Ampat.
Kendati demikian, Lelaki lulusan sarjana teologi itu menilai bahwa gerakan tersebut ditunggangi Politisi dan juga sarat akan kepentingan politik.
"Tugas tokoh agama itu bukan mengkampanyekan kotak kosong,namun eksistensinya tepat pada tengah-tengah untuk memberi kesejukan dan kedamaian kepada umat",Ujar Niko kepada media ini di Waisai, Selasa (8/9/2020).
Dikatakan, Politisi jangan menggunakan tokoh-tokoh agama sebagai garda terdepan sebagai corong politik, sebab ini akan menjadi pisau pembedah kerukunan dan kekeluargaan yang sudah lama terajut di atas tanah Raja Ampat.
"Bukan saya menanggapi tapi saya juga menantang berkaitan dengan gerakan Aliansi Raja Ampat bersatu yang di dalamnya ada tokoh agama",Tegas Niko.
Ditambahkan, keterlibatan tokoh Agama dan Gereja saat ini digiring kedalam Rana politik maka tindakan ini tentu melanggar Visi dan Misi gereja.
"Mereka yang hari itu berdiri dan berbicara itu adalah hamba-hamba Tuhan,jadi para politisi yang menjadikan mereka sebagai corong,secara tidak langsung menginginkan adanya perpecahan," ujar Niko.
Menurut Niko,Kehadiran tokoh-tokoh agama harusnya berbicara tentang penyelamatan umat.sebab itu perlu adanya kajian khusus.
"Hari ini kalau kita bicara penyelamatan ummat bukan berarti soal kotak kosong ini baru kita bicara,"terangnya.
Lebih lanjut kata Niko,Dalam situasi ini Gereja harus berdiri di tengah-tengah sebagai tubuh Kristus untuk menjalankan tugas dan visi misi Tri tunggal.
"Harapan saya,kita sebagai hamba Tuhan,sebagai gembala dan pendeta marilah kita mengembalakan umat dengan baik",tandas Niko. (A.Macap)


Komentar Via Facebook :