Abah Anton Menggelar Acara tradisi “HAJAT BURUAN NGUMPAK GALUNGGUNG”
CYBER88 l Tasikmalaya -- Dalam upaya melestarikan seni budaya maupun adat tradisi Sunda, tokoh masyarakat Jawa Barat Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, menggelar sebuah acara dibulan Maulid ini yang bertajuk “HAJAT BURUAN NGUMPAK GALUNGGUNG” pada 8 Novemver 2020 pukul 09.00 WIB bertempat di Taman Wisata Batu Mahpar Geopark Galunggung Desa Sukamulih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya.
“Sebagai langkah pelestarian budaya dan adat istiadat pangersa Abah Anton (panggilan akrab Anton Charliyan-Red) memimpin acara Hajat Buruan Ngupak Galunggung pada hari Minggu 8 Nopember 2020.
Acara yang dihadiri oleh berbagai sesepuh yang ada ditatar Sunda, Abah Anton pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berperan serta mensuksekan acara ini.
Diantaranya yang hadir dalam acara tersebut Kasepuhan Cirebon, Panjalu, Kampung Naga, Galuh Pakuan, Pantai Selatan, Rengrengan Padepokan Tasikmalaya dan berbagai pini sepuh dari Banten sampai Cirebon. Padepokan Pencak Silat Padjadjaran, Sekarjati, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Paguron Jalak Banten Nusantara, Palipur Dinding Ari Galunggung, Media Cyber88, Pemuda Pancasila. Soekapoera, imbangan Wangi, Sunda Ngahiji, Kampoeng Naga, Dewan Adat Pangandaran, dan semua unsur dan perwakilan masing-masing yang tidak bisa disebut satu persatu.Ujar Abah Anton
Alhamdulillah acara Hajat Buruan Galunggung, berjalan dengan lancar, sukses dan aman sesuai dengan yang di rencanakan. ”ujar James Kancil selaku pereakilan dari Media Cyber88.
Dalam acara sawala tersebut, Abah Anton menjelaskan, bahwa Hajat Buruan merupakan adat tradisi para leluhur dalam hal mencuci “ngarumat” benda benda pusaka bertuah milik kesepuhan, dimana kebiasaan itu kini hampir punah di masyarakat.
“Pada tempo dulu di masyarakat kita ada tradisi hajat buruan ngumbah pakarang Galunggung dan tradisi itu kini sudah hampir punah. Karena itu, saya bersama para sesepuh Galunggung yang masih ada berinisiatif untuk mengembalikan tradisi tersebut agar tetap lestari.ungkapnya.
Dalam acara “HAJAT BURUAN NGUMPAK GALUNGGUNG” yang diselenggarakan pada 8 Novemver 2020 tersebut di warnai dengan ngumbah pakarang Galunggung di Bulan Maulid, yang mengandung makna nyucikeun diri ngistrenan alam, jaga lembur,akur jeung batur,panceg na galur.
“Bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita juga menggelar acara secara Islami seperti shalat hajat, sholat tobat, selama parade diiringi lantunan sholawat nabi, pengajian, do’a bersama memohon kepada Allah SWT agar negara kita dilindungi dari segala marabahaya termasuk Covid 19, keutuhan NKRI dan lainnya.” tutur mantan Kapolda Jawa Barat ini.
Pada acara tersebut, para tokoh Sunda yang hadir mengusulkan kepada Anton Charliyan agar tradisi “HAJAT BURUAN NGUMPAK GALUNGGUNG” ini menjadi agenda rutin tahunan pada tiap 22 Maulid dan lebih semarak lagi dari acara perdana nanti.” Usulan yang bagus.
Insyaallah, acara hajat buruan ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Taman Wisata Batu Mahpar Geopark Galunggung dan lebih semarak lagi, karena adanya dukungan dari para sesepuh maupun tokoh seni budaya yang ada di Tatar Pasundan, khususnya Priangan Timur.”pungkasnya.(Samsu)


Komentar Via Facebook :