Harga Diri Adalah Kehormatan Diri
CYBER88 -- Harga diri, merupakan aspek yang sangat penting dalam berfungsinya manusia, karena manusia memang sangat memperhatikan berbagai hal tentang diri, termasuk siapa dirinya, seberapa positif atau negatif seorang individu memandang dirinya, bagaimana citra yang ditampilkan pada orang lain.
Bahwa harga diri adalah evaluasi yang dibuat individu mengenai sesuatu yang berkaitan dengan dirinya, yang diekspresikan dalam suatu bentuk sikap dan menunjukkan bahwa individu tersebut meyakini dirinya sendiri sebagai individu yang mampu menentukan sikap.
Bagi manusia normal, harga diri adalah kehormatan diri yang menentukan nilai diri. Orang normal akan mengorbankan apa saja termasuk jabatan demi harga dirinya tetap terjaga mulia. Orang yang tidak normal akan berpikir sebaliknya, tak apa kehilangan harga diri yang penting tak rugi secara duniawi.
Pertaruhan harga diri, banyak dimulai dari adanya sebuak Konflik. Dimana, pada hakekatnya konflik merupakan pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak. Pertentangan pendapat atau kepentingan yang berbeda.
Masing-masing ingin membela nilai-nilai yang telah menganggap mereka benar, dan memaksa pihak lain untuk mengakui nilai-nilai tersebut baik secara halus maupun keras tak memperdulihan harga diri pihak lain dapat tercoreng di muka umum karena berprinsip merasa paling benar..
Harusnya, prinsip Kebenaran digunakan melalui logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini olehindividu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu pembenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Sikap seseorang dalam organisasi, semestinya selalu berpedoman pada etika dalam cara berperilaku. Karena, biasanya nilai-nilai etika dalam suatu organisasi dituangkan dalam aturan atau ketentuan hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Aturan ini mengatur bagaimana seseorang baik pimpinan maupun bawahan harus bersikap atau berperilaku baik ketika berinteraksi dengan orang lain di dalam suatu organisasi dan dengan masyarakat dilingkungan organisasi tersebut.
Cukup banyak aturan dan ketentuan dalam organisasi yang mengatur struktur hubungan individu atau kelompok dalam organisasi serta dengan masyarakat di lingkungannya sehingga menjadi kode etik atau pola perilaku dalam berorganisasi.
Nilai-nilai perilaku yang ditunjukkan oleh individu sangat dipengaruhi oleh nilai nilai yang dianut oleh individu tersebut.
Namun tak kurang prilaku negatif, kemudian menjadi suatu kebiasaan yang berakumulasi dalam sebuah Arogansi dan beranggapan bahwa…. Sayalah yang paling berkuasa. Sehingga Tindakan yang dilakukan tanpa memperdulikan norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. (EH)


Komentar Via Facebook :