Ketua DPRD Kabupaten Mesuji dan Anggota Lakukan Sidak

Ketua DPRD Kabupaten Mesuji dan Anggota Lakukan Sidak

CYBER88 | Mesuji -- Tugas dan Wewenang Pengawasan yang dimiliki oleh DPRD, merupakan kewenangan diberikan oleh Undang-Undang dalam mendukung kinerja DPRD guna mengawasi Kinerja Pemerintah daerah dalam melaksanakn Pembangunan.

Fungsi ini sangat penting, karena dengan fungsi pengawasan ini DPRD dapat mengawasi kinerja Pemerintah daerah dalam melaksanakan Peraturan daerah, peraturan perundangan lain, termasuk Kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan.

Fungsi kontrolling atau pengawasan yang dilakukan oleh DPRD merupakan fungsi yang paling penting dalam tugas dan wewenang DPRD, karena segala sesuatu tanpa adanya kontrol tentu akan mengakibatkan mutu pekerjaan atau apa saja yang merupakan bentuk kegiatan akan tidak memiliki kualitas, terutama pada infrastruktur, maka fungsi kontrol ini ditekankan sebagai upaya dalam mengawasi kinerja-kinerja partnershipnya yaitu birokrasi.

Ramainya pemberitaan pembangunan rigid beton baru dibangun sudah retak, dan disinyalir tidak sesuai spesifikasi, nampaknya menjadi perhatian serius dari Ketua serta anggota DPRD Kabupaten Mesuji sehingga melakukan inspeksi mendadak (Sidak) seperti yang dilakukan pada hari ini, Kamis (24/12/2020).

Seperti diketahui pembangunan infrastruktur kecamatan Mesuji timur sudah selesai bahkan ada yang masih proses bahkan ada yang sudah melakukan pencairan. Di Kabupaten Mesuji memasuki akhir tahun anggaran perubahan tahun 2020 nampak terus dikebut oleh penyedia guna mempercepat agar infrastruktur yang dibangun dapat selesai tepat waktu sebelum akhir tahun anggaran berakhir.

Anggota dan ketua DPRD Kabupaten Mesuji Hj Elfiana menyampaikan bahwa disidak kemarin kembali banyak ditemukan rigit beton sudah pecah-pecah sudah retak bahkan putus serta ukuran yang bervariasi sedangkan serah terima pekerjaan ada yang sudah dah diterima bahkan pencairan.

“Hari itu pada 14 titik keretakan yang tidak jauh dari masjid Demak sekitar ruang lingkup rumah dinas Bupati Mesuji Sangat disayangkan pekerjaan tersebut sudah mencapai 100% tetapi diluar dari dugaan banyak yang sangat signifikan seharusnya itu tidak boleh terjadi,” kata Elfiana.

Harapan Kita DPRD yang membidangi serta ketua DPRD Kabupaten Mesuji rigid beton yang putus dan pecah pecah harus segera diperbaiki atau dicor ulang oleh penyedia walaupun sudah serah terima baru hitungan hari sudah retak dan putus putus, sambung Anggota DPRD.

Lanjutnya, “sidak yang kami lakukan fokus kepada pembangunan rigid beton baik yang ada di desa brabasan kecamatan Tanjung Raya. Di sana lebih aneh lagi ukuran volume lebar berbeda-beda ada yang 4.5 meter dan ada pula yang 4,30 meter dan ada juga yang yang 4,20  meter. Ini hal yang sangat aneh padahal biasanya pembangunan infrastruktur jalan semuanya pasti sama ukurannya apalagi jalan umum.

Dari 3 lokasi yang kami kunjungi yang lebih parah Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, itu nilai kontrak kurang lebih 5.3 miliar. Juga yang di Desa Simpang Mesuji daerah ruang lingkup rumah dinas Bupati Mesuji dekat masjid Demak,” tuturnya .

Untuk menunjukkan kondisi tersebut beberapa DPRD menandai dengan cat pilox merah. Kegiatan sidak diharapkan mampu menjadi media evaluasi disamping pengawasan guna membantu kinerja pemerintah Kabupaten Mesuji demi terciptanya pembangunan yang sesuai azas prioritas dan manfaat bagi masyarakat luas serta taat dengan peraturan pemerintah mengenai pembangunan infrastruktur rigid beton yang sesungguhnya,”ungkapnya.

"Dihubungi Cyber88.co.id melalui WhatsApp ditanya kualitas, Kepala Desa mengungkapkan, ”Ya karena yang nangani pihak pemda, seminggu yang lalu bersama salah satu anggota DPRD saya cuma bisa bersyukur dengan pembangunan jln cor yang ada di brabasan dengan sesekali lihat dan pasang portal sementara. Ini saya lakukan bersama perangkat desa dengan sukarela tanpa minta upah.

“Tapi kalau masalah mutu kan ada yg lebih wenang, dan anda salah satunya udah oke banget, BRAVO? ya mas, “Ungkap karsun.

Ditempat terpisah dihubungi Via WhatsApp dinas Perkim, Murni S.P, MH., mengatakan, “Ya silahkan pak, gak apa apa biar semua bisa merasa bertanggung jawab, kemaren aja rekanan sudah bilang rugi.

Menurut rekanan dia sudah maksimal. Kalau kwalitas dan kwantitas tidak sesuai dengan perencanaan pasti jadi temuan BPKP atau BPK biar rekanan mengembalikan kerugian Negara,” Ungkapnya dengan Lugas.

Menurut keterangan masyarakat setempat, pekerjaan tersebut dikelola oleh Sudirman sebagai korlap rekanan di lapangan keterangan warga setempat.

Sementara itu, Dikonfirmasi Via WhatsApp, organisasi masyarakat yang ada di kecamatan Tanjung Raya bembenarkan bahwa cor jalan beton yang ada didesa Berabasan memang sangat disayangkan. Nilai Pagu proyek 5.3 M tidak sesuai dengan fakta serta kwalitas. Kami berharap Komisi Pemberantasan Korupsi segera turun kekabupaten mesuji sebelum Negara dirugikan Lebih Banyak Lagi, “Ungkap Wandi ketua Pospera (TIM)

 

Komentar Via Facebook :