Ketua Komisi I DPRD Majalengka Edi Karsidi, Klarifikasi Ucapan yang Menyinggung Wartawan dan LSM
CYBER88 | Majalengka -- Puluhan wartawan yang tergabung Forum Komunikasi Lintas Media Kabupaten Majalengka Senin (25/1) mendatangi Gedung DPRD. Kedatangan sejumlah wartawan tersebut dilakukan, lantaran tak terima dengan ucapan salah satu anggota DPRD Kabupaten Majalengka yang mengatakan “Alergi terhadap wartawan dan LSM”.
Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra Edi Karsidi yang merupakan Ketua Komisi 1, melontarkan bahasa tersebut pada saat pertemuan dengan Forum Pemuda Sumberjaya pada November 2019 lalu.
Adanya ucapan tersebut, sontak viral dan menuai protes dari puluhan wartawan dan yang tergabung di Forum Lintas Media (FLM) Majalengka.
Aksi damai tersebut, diterima langsung oleh Ketua DPRD Majalengka H Edy Anas Djunaedi yang didampingi Wakil Ketua DPRD H Didin Jaenudin dan ketua Komisi 1 Edi Karsidi, di ruang Banmus kantor DPRD Kab. Majalengka.
Mengingat situasi masih pandemi Covid-19, apalagi kini sedang diberlakukan PPKM, perserta aksi di batasi dan menerapkan protokol kesehatan.
Kordinator Aksi damai Forum Lintas Media Taupik Hidayat menanggapi sangat serius arti kebersamaan Insan Pers mengatakan, ”Kedatangan Forum Lintas Media ke gedung DPRD yakni untuk meminta klarifikasi kepada Edi Karsidi atas ucapannya yang dianggap melukai wartawan.
Taufik meminta, “kedepan tidak lagi terjadi pelecehan terhadap wartawan baik di Kab.Majalengka maupun dimana saja di Republik ini. Karena, Pers adalah salah satu pilar dalam berbangsa dan Bernegara walaupun berada di luar sistim pemerintahan,” Tandasnya
Taufik pun berharap, para dewan yang merupakan wakil rakyat kedepanya agar behati-hati dalam menyampaikan ucapannya agar lebih baik, ”Harapnya.
H.Edy Anas Djunaedi Ketua DPRD mengapresiasi atas kedatangan wartawan yang tergabung Forum Lintas Media (FLM) dan mempersilahkan wartawan untuk meminta klarifikasi pada Edi Karsidi yang telah melontarkan kalimat yang menyinggung wartawan dan LSM.
“Yang bersangkutan telah dihadirkan. Maka, kepada rekan pers silahkan klarifikasi kepada anggota dewan yang telah mengucapkan kalimat tersebut. Sepertinya ucapan anggota kami adalah ketidaksengajaan. Ketua komisi 1 ini melontarkan ucapan alergi kepada wartawan ini tidak ada maksud merendahkan.” Katanya.
Namun lebih jelasnya nanti akan di sampaikan langsung oleh yang bersangkutan, karena hal ini sudah dibicarakan dan disampaikan kepada kami” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi 1 Fraksi Geridra Edi Karsidi, menyampaikan permohonan maaf atas bahasa yang dilontarkannya yang telah menyinggung wartawan dan LSM. Ia pun mengklarifikasikan bahwa dirinya tidak berniat merendahkan Wartawan dan LSM yang benar-benar menjalankan fungsi jurnalistik yang diatur dalam UU Pers melainkan kepada Oknum.
”Semoga pertemuan ini awal untuk menjalin silaturami dan hubungan yang baik antara Anggota Dewan dengan rekan media. Atas bahasa yang pernah dilontarkan, secara pribadi dan kelembagaan kami meminta maaf kepada wartawan dan LSM,” Ucap Edi.
.jpeg)
“Terus terang saja, saya alergi kepada oknumnya bukan wartawan dan LSM yang benar,” Kata Edi yang kemudia menjelaskan kenapa kalimat tersebut terlontar.
Waktu saya membahas masalah perijinan perusahaan bermasalah yang ada didaerah kecamatan Sindangwangi waktu tahun 2019, pada saat itu tiba tiba ada orang yang mengaku wartawan dan LSM nelpon saya dan meminta bertemu dengan pimpinan perusahaan yang bermasalah tersebut secara sembunyi - sembunyi.
“Maka spontan saya tolak karena saya menginginkan kalau mau ketemu lebih baik dengan semua anggota dewan untuk mencegah terjadinya praktek pelanggaran hukum.
Nah.. yang dimaksud saya alergi kepada Oknum Wartawan dan LSM yang seperti itu” ujarnya.
"Kedepan kami akan mebangun kerja sama yang lebih baik dengan Insan Pers Kab.Majalengka. Ucapan kami sebagai anggota dewan tidak ada unsur kesengajaan apalagi merendhkan profesi media.
Untuk itu, kedepan saya akan lebih berhati - hati dan tidak akan mengulanginya. Anggota dewan siap bekerjasama, bersinergi dengan rekan media. Apalagi saya pernah menjadi aktifis pergerakan LSM di ibukota. Bahkan sewaktu pembebasan tanah yang berada diwilayah BIJB Kertajati saya ikut membantu masyarakat dengan mengatasnamakan lembaga tersebut" Pungkas Edi sambil memperlihatkan berkas dokumen lembaga. (Tatang/Sopyan)


Komentar Via Facebook :