BLT BPJS Ketenagakerjaan Dihentikan, Serikat Buruh Minta Pemerintah Pertahankan Program Subsidi Upah
CYBER88 | Jakarta -- Menyikapi pernyataan Menaker Ida Fauziyah yang menegaskan jika BSU atau BLT BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta sementara tidak dilanjutkan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan akan segera mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait program bantuan subsidi upah atau gaji (BSU).
Ia berharap sebaiknya program bantuan subsidi upah atau gaji dilanjutkan pada tahun 2021, karena program tersebut dinilai membantu menjaga daya beli buruh di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang belum usai.
Pasalnya, dengan adanya bantuan atau subsidi upah akan menjadi buffer atau penyangga buruh dan keluarganya bertahan hidup. Terlebih di tengah pandemi yang belum usai,” tutur Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (2/2/2021).
Disamping itu, ia juga meminta pemerintah untuk memperluas program ini termasuk untuk buruh yang tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, sehingga akan semakin banyak buruh yang menerima subsidi upah tersebut.
“Ke depan, KSPI memprediksi ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen,” tutur Said.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengatakan bantuan subsidi upah atau gaji atau BLT BPJS Ketenagakerjaan belum diputuskan untuk dilanjutkan di 2021, pasalnya program subsidi gaji memang tidak dianggarkan dalam APBN 2021.
"Pihaknya masih menunggu, bagaimana kondisi ekonomi berikutnya. Tapi memang tidak dialokasikan di APBN 2021," kata dia Seperti diberitakan sebelumnya.
Selain subsidi gaji, Ida mengatakan pemerintah masih akan menggelontorkan insentif lainnya kepada para pekerja, mulai dari relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga program padat karya.
Oleh karena itu, beberapa program akan diteruskan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, terutama bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan dan terkena pengurangan gaji.
"Program-program itu sebagian akan terus jalan sampai kondisinya kembali normal, memang diarahkan untuk menangani dampak pandemi Covid-19," sebutnya.***


Komentar Via Facebook :