Gara-gara Perusahaan Nakal, Ribuan Tenaga Kerja Riau Terancam Tak Dapat Bantuan BSU Presiden

Gara-gara Perusahaan Nakal, Ribuan Tenaga Kerja Riau Terancam Tak Dapat Bantuan BSU Presiden

CYBER88 | Pekanbaru - Tidak kurang dari 2.500 rekening untuk tahap pertama Bantuan Subsidi Upah (BSU), program Jokowi siap dicairkan.

Namun sayang tenaga kerja di Rumbai, Pekanbaru, terancam tak dapat bantuan tersebut, pasalnya karyawan tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Gimana tu, teman-teman kami akan dapat, sementara kami entah kapan?," gerutu karyawan dengan wajah kecewa, Minggu (30/8/20).

Lebih tragis lagi, karyawan salah satu hotel di jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, milik penusaha kayu Riau, Maria, diduga hampir seluruhnya karyawan mereka tidak didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut karyawannya Iqbal, "saya gak tau program ini pak, entah kami terdaftar atau tidak, karena kalau sakit kami berobat sendiri pak, kalau ditanya sama bos, pasti marah-marah pak," ujarnya seperti ketakutan.

Saat dikonfirmasi, pimpinan salah satu pusat perbelanjaan Hawai malah terkesan menghindar, sementara karyawan mereka berharap dengan bantuan Jokowi ini.

Dari data yang dikumpulkan awak media dilapangan, diduga sejumlah perusahaan dengan ribuan karyawan di kota Pekanbaru, karyawannya tidak mendaftarkan  sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, akibatnya bantuan Presiden tak menyentuh mereka.

Menurut seorang aktivis perburuhan, Batara, dengan semangat mengatakan, "jangan salahkan, kalau kami berprasangka, bahwa ada kongkalikong antara pengusaha dan oknum Dinas Tenaga kerja, bagaimana tidak, undang-undang jelas mengatur ada kewajiban pengusaha (pemberi kerja) untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS.

"Sederhananya, kalau ada pengusaha yang ngeyel, harusnya ditindak, sebab itu artinya mereka tidak mendukung program pemerintah. Padahal pekerja sangat berharap dapat bantuan ini ditengah wabah Corona yang makin menggila," kata Batara.**

Komentar Via Facebook :