Bupati Garut Hadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Sucinaraja Penyusunan RKPD TA 2022
CYBER88 | Garut -- Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbàng) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2022 Tingkat Kecamatan Sucinaraja secara resmi dibuka Bupati Garut bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut,Jawa-Barat, (9/2/2021).
Pelaksanaan kegiatan Musrenbang menerapkan Protokol Kesehatan dengan tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur serta Mengutamakan Pelayanan Publik Untuk Kesejahteraan Masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Bupati Garut, H.Rudy Gunawan,SH,MH,MP, Anggota DPRD Kab.Garut Fraksi PDIP Dapil 1, Yuha Puja Turnawan, unsur Forkompimcam Kec.Sucinaraja, UPT Puskesmas Sucinaraja, MUI, para Kepala Desa se-Kec.Sucinaraja, Ormas/LSM dan tamu undangan lainnya.
Bupati Garut, H.Rudy Gunawan,SH, MH,MP ketika ditemui usai acara kepada awak media mengatakan, pada Musrenbang penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Garut dikarenakan ada keterbatasan dana maka ada yang namanya KUAPPS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Sementara) itu dengan DPRD Kab.Garut,
"Keterbatasan anggaran inilah dibuat pada skala prioritas,seperti kantor Kecamatan Sucinaraja,karena kecamatan yang lainnya saja kan bagus dan layak,masak kantor kecamatan seperti ini, insyaallah akan dibangun tahun depan (2022)," ujarnya.
Rudy menjelaskan, “di Tahun 2022 nanti akan ada beberapa pembangunan di Kecamatan Sucinaraja selain pembangunan kantor kecamatan sudah di pastikan ada anggaran khusus untuk Sucinaraja, pembebasan lahan untuk masjid agung dan alun-alun satu paket sekitar Rp.7 Milyar,
"Disini jadi punya Masjid Agung dan Alun-alun,ya kita harus beli tanah dan diharuskan akses-akses lainnya seperti tempat pariwisata," jelasnya.
Sementara itu,menurut Camat Sucinaraja, Iwan Trisnadiwan mengatakan, musrenbang tingkat kecamatan merupakan suatu awal pembangunan, pelaksanaan pembangunan yang mana di kecamatan Sucinaraja masih banyak prioritas Infrastruktur yang belum terselesaikan,
"Terus masalah ekonomi kerakyatan khususnya mungkin disini ada pertanian,ini yang sangat di kembangkan untuk mengenai pertanian karena disini prioritas utama adalah penghasil bawang merah perlu perhatian Pemerintah Kabupaten khususnya untuk Infrastruktur termasuk mengenai pengairan," katanya.
Lebih jauh, Iwan Trisnadiwan menuturkan mengenai tempat pariwisata di Kec.Sucinaraja mempunyai sumber alamnya bagus yakni Puncak Sagara yang sudah buming ke tingkat nasional,
"Ini perlu adanya sarana dan prasarana yang sifatnya untuk kenyamanan para pendaki,mungkin perlu jalan setapak apa yang disampaikan oleh bapak Bupati itu perlu 1000 tangga bisa mencapai ke puncak sagara tersebut minimal pos dua, tetapi tidak tertutup kemungkinan kalau ada infrastruktur itu lebih bagus," paparnya.
Camat Sucinaraja,mengharapkan di musrenbang tingkat kecamatan perlu adanya Alun-alun dan Masjid Agung serta pembangunan kantor kecamatan untuk mendukung program dalam keseharian,
"Bahwa perlu di ketahui kantor kecamatan ini ruangan-ruangannya sangat sumpek, karena tahun 2004 pada zaman periode Bupati Agus Supriadi kantor kecamatan dibangun, ini kecamatan termuda pengembangan dari kecamatan Wanaraja melihat bangunan seperti ini, sudah tentu merupakan prioritas utama unggulan kecamatan Sucinaraja agar ada kesamaan dengan kecamatan-kecamatan yang sudah maju," pungkasnya.
Ditempat yang sama Anggota DPRD Kab.Garut Fraksi PDIP Dapil 1,Yudha Putra Turnawan menuturkan, berdasarkan Permendagri No 86 Tahun 2017 pihaknya akan menyerahkan hasil musrenbang dan mengamankan di musrenbang Kabupaten,
"Kita akan melakukan penyelarasan dengan DPRD apa saja yang masuk dalam RKPD Kabupaten Garut, tentunya kami akan memprioritaskan, apa yang menjadi prioritas dari kecamatan-kecamatan yang akan diwakili," tuturnya.
Kendati demikian, Yudha Putra.T pada musrenbang menyampaikan, Ia meminta ke Bupati Garut untuk lebih teliti secara seksama belanja-belanja program di tiap SKPD bahwa kegiatan penunjang lebih besar daripada kegiatan inti.
"Karena seringkali sebuah program belanja itu lebih banyak pada perjalanan dinas dan honorarium kalau semua bisa efisiensi,kan banyak usulan kecamatan yang bisa dikabulkan,kalau semua bisa ditekan belanja-belanja yang tidak perlu," Pungkasnya. (SUWITO )


Komentar Via Facebook :