Komisi X DPR : Membuka Sekolah Bulan Juli Tidak Cukup Karena Gurunya Sudah Divaksin

Komisi X DPR : Membuka Sekolah Bulan Juli Tidak Cukup Karena Gurunya Sudah Divaksin

CYBER88 | Jakarta -- Presiden Jokowi menargetkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan dilakukan pada bulan Juli 2021. Jokowi beralasan para tenaga pendidik sudah mulai divaksin sejak kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR, Abdul Fikri Faqih, mengatakan keputusan membuka sekolah tidak cukup karena gurunya sudah divaksin.

"Saya kira bukan masalah terburu-buru atau tidak. Yang pertama muridnya sudah divaksin apa belum? Sebaiknya kalau murid juga belum divaksin sama saja dengan menularkan kan," kata Fikri, Kamis (25/2).

"Kedua, daerah itu masih tergolong merah atau tidak? Kalau masih terus merah nda ada tanda-tanda, meskipun sudah divaksin tapi masih terus naik apa harus dipaksakan" tambahnya.

Tak hanya itu saja, politikus PKS itu juga mengingatkan agar kebijakan pembelajaran tatap muka melibatkan banyak pihak, tak serta merta diputuskan pemerintah.

"Ketiga, kebijakan apa pun dari atas apalagi pandemi itu kan kebersamaan, maka semua pemangku kepentingan terutama pendidikan harus dilibatkan," ujarnya.

"Dulu kan ketika mau dibuka kemudian perkumpulan dokter anak protes, KPAI protes, sebagian pengamat pendidikan juga masih tidak menghendaki dan segala macam," tambahnya.

Dia tak ingin pemerintah atau Jokowi cuma sekadar menerbitkan surat edaran atau instruksi presiden namun kondisi di lapangan tak berjalan dengan baik.

"Jangan hanya top down kemudian dibuat secara teknokrasi menjadi apakah surat edaranlah, instruksi presiden atau apa. Itu kan hanya top down dan teknokratik saja, tidak mendengarkan dari bawah akhirnya bisa tidak efektif," ujarnya.

"Seperti misalnya diinstruksikan tidak tatap muka tapi nanti ada yang tatap muka atau ada suruh tatap muka, malah tidak. Biasanya begitu. Itu karena sudah biasa seperti itu sehingga tidak merasa memiliki. Sebaiknya di saat seperti ini bersama," tambahnya.

Sebelumnya, saat meninjau proses vaksinasi di SMAN 70 Jakarta Selatan, Jokowi menyebut para tenaga pendidik diprioritaskan untuk divaksin agar pada awal semester ke depan bisa memulai pembelajaran tatap muka.

"Tenaga pendidik, kependidikan guru ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan," kata Jokowi di SMAN 70 Jakarta Selatan, Rabu (24/2).***

Komentar Via Facebook :