Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Toserba Sederhana Rengasdengklok Dilaporkan Konsumen ke Polsek

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Toserba Sederhana Rengasdengklok Dilaporkan Konsumen ke Polsek

CYBER88 | Karawang – Belum adanya itikad baik, membuat Krisna (22) warga Dusun Warudoyong, Desa Rengasdengklok Selatan, melaporkan Toko Sederhana ke Polsek Rengasdengklok dengan tuduhan dugaan penipuan dan atau penggelapan terhadap dirinya selaku konsumen, Rabu (3/3/21)

Alasan Krisna melaporkan kasir Toko  Sederhana ke Polisi, karena dianggap tidak ada itikad baik dari kasir toko sederhana tersebut untuk mengembalikan uangnya yang dianggap melebihi pembayaran dari harga barang yang dibelinya. Pasalnya, kasir toko menggesek kartu ATM milik Krisna pada dua mesin EDC yang berbeda, sehingga ia menduga telah terjadi transaksi pembayaran dua kali.

Dalam keterangannya, Krisna mengatakan kepada cyber88.co.id, Kamis (4/3), "Terpaksa saya laporkan kasus ini ke Polisi, sebab pihak toko sederhana tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang saya."

Dalam kesempatan tersebut, ia (Krisna.red) memaparkan jika sudah baik-baik datang ke toko tersebut, meminta pada kasir agar uangnya dikembalikan dan sudah menjelaskan pada kasir bahwa telah terjadi transaksi pembayaran dua kali. Tetapi, kasir hanya menyuruh saya sabar menunggu yang katanya dalam satu atau dua hari uang akan dikembali lagi, namun buktinya  sampai hari ini saldo rekeningnya tidak bertambah. Lebih mengecewakan lagi, masih menurutnya, pihak toko sederhana sulit ditemui.

Pada kesempatan tersebut, Krisna pun memaparkan kronolis kejadian belanja di toko sederhana, dimana pada hari jum’at (26/2/21) lalu, sekitar pukul 17:45 WIB, ia belanja perlengkapan bayi di toko sederhana dengan harga total sebesar Rp 453.100, yang pembayarannya menggunakan kartu ATM Bank Mayora.

ATM milik Krisna tersebut digesek oleh kasir toko sederhana melalui mesin  EDC Bank BCA. Berhubung karena melalui mesin EDC Bank BCA dianggap transaksi gagal oleh kasir, lalu kasir  menggesekannya lagi ATM tersebut melalui mesin EDC Bank BNI sebesar Rp. 450.000,-. Gesekan yang kedua melalui mesin EDC Bank BNI baru dinyatakan berhasil.

Krisna mengecek saldo rekeningnya melalui E-Banking. Dalam jeda waktu 1 menit diketahui telah terjadi transaksi dua kali, yang pertama sebesar Rp. 453.100,- yang kedua sebesar Rp. 450.000,-.

“Setelah saya cek saldo melalui E-Banking, ternyata transaksi yang melalui mesin EDC Bank BCA berhasil jumlahnya sebesar Rp. 453.100,- padahal waktu saya di toko,  kasir bilangnya gagal transaksi. Sementara gesekan yang kedua melalui mesin EDC Bank BNI berhasil juga, jumlahnya sebesar Rp. 450.000,- disini jelas berbeda nominal. Jika pihak toko sederhana tersebut tidak bermaksud nakal, seharusnya gesekan yang kedua melalui mesin EDC Bank BNI sebesar Rp. 450.000,- cepat dikembalikan lagi pada saya tanpa harus memberikan alasan apapun apalagi sampai menghindar," tegasnya

Di tempat dan waktu yang berbeda, cyber88.co.id mendatangi Toserba Sederhana, namun disayangkan pihak penanggung jawab Toserba Sederhana tidak bisa ditemui dengan berbagai macam dalih yang dilontarkan oleh Suryana B. Kasan selaku Security di Toserba Sederhana. Ia (Suryana) enggan menyebutkan perihal siapa dan ada berapa orang yang bertanggung jawab di Toserba tersebut?

Hingga berita ini dipublikasi, pihak Toserba Sederhana belum bisa ditemui guna klarifikasi.

Komentar Via Facebook :