Greysia Polii ; Kami Dapat Warning dari Pemerintah Inggris, BWF Harus Cari Solusi, Adil dan Jelas
Internet
CYBER88 | Jakarta - Tim bulu tangkis Indonesia yang mengikuti turnamen All England 2021 dipaksa mundur oleh penyelenggara dikarenakan mereka berada dalam satu pesawat dengan orang yang terinfeksi Covid-19. Jumat, (19/03/21).
Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, siapa pun yang berada dalam satu pesawat dengan penumpang lain yang positif virus corona maka orang itu harus melakukan karantina. Sehingga, tim Indonesia dipaksa mundur dan isolasi sampai 23 Maret 2021 di Birmingham terhitung 10 hari sejak kedatangan di Birmingham, 13 Maret 2021.
Para pemain Indonesia sebelumnya telah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes sebelum terbang dari Tanah Air dan sesudah sampai di Inggris.
Sementara sejumlah wakil Indonesia sudah sempat bertanding. Bahkan, empat di antaranya berhasil maju ke babak 16 besar
Penjelasan dari Badminton World Federation (BWF), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Kemenpora, dan atlet bulu tangkis Indonesia.
1. BWF
"Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulu Tangkis Inggris mengonfirmasi bahwa sejumlah pemain dan anggota tim dari tim Indonesia telah dihubungi oleh bagian Tes dan Penelusuran, National Health Service (NHS), Pemerintah Inggris.
Tim Indonesia diharuskan untuk mengisolasi diri dengan segera terkait temuan adanya penumpang lain, yang terindikasi Covid-19, dalam pesawat yang sama dengan tim Indonesia.
Sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris, seluruh tim akan mengisolasi diri selama 10 hari sejak tanggal penerbangan masuk setelah seseorang yang melakukan perjalanan dalam pesawat dinyatakan positif Covid-19.
Semua pemain Indonesia tidak dapat bertanding di putaran turnamen All England 2021 saat ini atau selanjutnya.
Oleh karena itu, tim bulu tangkis Indonesia telah ditarik dari All England Open 2021. Kami menyesali konsekuensi yang tidak menguntungkan ini.
BWF dan Badminton England akan terus mengikuti semua protokol yang disyaratkan oleh Pemerintah Inggris dan otoritas kesehatan setempat untuk memastikan keselamatan semua peserta.
Semua hasil hingga saat ini akan tetap berlaku dan undian akan tetap tidak berubah. Semua lawan yang dijadwalkan di babak berikutnya akan diberikan status walkover."
2. PBSI
Humas dan media, pengurus pusat PBSI, menjelaskan via akun Twitter, "Kami tidak diberi tahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif tersebut, baik dari BWF maupun Panitia All England sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris," tulisnya.
Sementara itu dalam konferensi pers di Gedung BPK RI, Kamis (18/3/21), Ketua PBSI Agung Firmansah Sampurna menyebut mundurnya Indonesia dari All England 2021 adalah peristiwa yang tidak masuk akal.
"Ini sudah tidak masuk akal sebenarnya. Siapa penumpang pesawat tersebut yang terkena Covid-19. Pada saat yang sama ada pemain dan pelatih Turki di pesawat yang sama tapi mereka dapat tetap bertanding, tak seperti tim Indonesia.
Selain itu, official yang sudah divaksin juga diminta isolasi 10 hari. Sehingga menurutnya mereka mendapatkan diskriminasi." Tutur Agung
3. Kemenpora
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia meminta para atlet legawa menerima keputusan Pemerintah Inggris yang mengharuskan tim Merah Putih mundur dari All England 2021.
Kemenpora juga telah berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Indonesia di Inggris terkait kejadian yang menimpa tim Merah Putih di All England.
"Kemenpora, pagi ini sekitar pukul 07.00 dan 07.35, baru saja berkomunikasi langsung dengan Wakil Kepala Perwakilan KBRI, Bapak Khasan Ashari, di London, atas sepengetahuan Pak Desra Percaya, Dubes RI London, terkait kejadian yang menimpa atlet Indonesia di All England," tulis keterangan resmi Kemenpora pada Kamis (18/3/2021) pagi.
"Keputusan bersifat final, tidak dapat digugat, dan pemberlakuan sanksi bagi pelanggar," kata pihak Kemenpora.
Kemenpora juga menjelaskan bahwa NHS Inggris tidak berlaku diskriminatif dengan mendiskualisikasi pemain-pemain Indonesia dari All England.
4. Atlet Indonesia
Indonesia menurunkan tujuh wakilnya di turnamen level Super 1000 ini. Empat wakil sudah melenggang ke babak kedua alias 16 besar.
Mereka adalah Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Seharusnya masih ada tiga wakil Tanah Air yang akan bertanding pada Rabu (17/3/21) waktu setempat atau Kamis (18/3/21) pagi WIB
Ketiga wakil tersebut adalah Anthony Sinisuka Ginting, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Para atlet bulu tangkis Indonesia meluapkan kekecewaannya. Marcus Fernaldi Gideon melancarkan kritik kepada BWF yang dinilai tidak dapat menangani persoalan ini dengan baik.
"Perlu diperhatikan bahwa BWF telah gagal mengatur masalah ini. Sebelum penerbangan, semua tim Indonesia dinyatakan negatif dan kami juga dites ulang saat tiba di hotel," kata Marcus dalam unggahannya di Instagram.
Selain Marcus, Fajar Alfian, Anthony Sinisuka Ginting, Melati Daeva Oktavianti, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan, Jonatan Christie, dan Apriyani Rahayu juga mengunggah foto logo BWF di akun Instagram pribadi mereka.
Mereka meminta BWF selaku induk bulu tangkis dunia untuk bertanggung jawab atas situasi ini. Pemain andalan ganda putri Indonesia, Greysia Polii, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap BWF.
"Jadi memang situasinya agak rancu. Kami dapat warning-nya dari Pemerintah Inggris, sedangkan mereka yang positif Covid-19 kemarin di bawah wewenang BWF. BWF mungkin tidak bisa membantu banyak karena tim Indonesia dapat warning langsung dari negara ini (Inggris). Kami juga tidak bisa apa-apa. Sudah aturan negara ini, tidak ada pilihan selain mematuhinya. Akan tetapi, yang jadi kunci itu adalah @bwf.official harus tanggung jawab cari letak permasalahannya, kasih perlindungan untuk atletnya, CARI SOLUSI, berikan kejelasan. BWF HARUS ADIL DAN JELAS!" kata Greysia Polii lewat akun instagramnya. **


Komentar Via Facebook :