Sekjend DPC GMNI Sukabumi, Mengutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar
CYBER88 | Sukabumi -- Demokrasi di Indonesia kembali terusik oleh aksi terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa terorisme telah menjadi suatu issue penyebab ketakutan dalam berbangsa dan bernegara di negara demokrasi. Sejarah mencatat, bahwa Indonesia memiliki catatan buruk dengan aksi kejam terorisme.
Tak heran, aksi teror yang dilakukan oleh sindikat oknum yang tak bertanggung jawab ini menyebabkan timbulnya ketakutan dalam masyarakat akan aksi-aksi berikutnya.
Sehingga akan memunculkan stigma buruk terhadap beberapa golongan sehingga dapat menyebabkan disintegrasi dalam bangsa pecah belah persatuan NKRI.
Peristiwa tersebut merupakan tindakan yang tidak mencerminkan pri kemanusian sebagaimana nilai Demokrasi kita.
Pemberantasan terorisme sangat berkaitan erat dengan konsep penegakan dan perlindungan hak asasi manusia dalam negara demokrasi.
Isu terorisme telah menjadi isu transnasional sudah mengancam perdamaian dunia, karenanya upaya komprehensif sangat penting dilakukan pemerintah dalam menanggulangi masalah ini baik secara legal formal, kelembagaan, maupun praktis menghabisi aksi teror sampai ke akar-akar nya yaitu faham radikal yang diyakini dan menjadi doktrin pemahaman.
"Maka dari itu kami DPC GMNI Sukabumi Raya mengecam keras tindakan terorisme yang dapat memecah belah bangsa dan tidak mencerminkan prinsip Demokrasi Indonesia," Pungkas Rizki Rabiul, Sekjend DPC GMNI Sukabumi Raya.


Komentar Via Facebook :