Peletakan Batu Pertama Pembangunan Irigasi oleh Camat Karangpawitan
CYBER88 | Garut -- Camat Kecamatan Karangpawitan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Irigasi yang berlokasi di Kp.Cireundang RT 01/02 Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021).
Peletakan batu pertama pembangunan Irigasi dilakukan oleh Camat Kec.Karangpawitan, Drs. Saefurohman didampingi Danramil 1102 / Karangpawitan, Kapten Caj Muji Rahayu dan dihadiri Kapolsek Karangpawitan diwakili jajarannya,
Kemudian, Kasi pengelolaan lahan dan air Dinas Pertanian Kab.Garut Apip Maolana, unsur pemerintah desa Lebakagung, Ketua kelompok tani, Aceng Muslih beserta anggota dan warga masyarakat.
Menurut Saefurohman ketika ditemui usai peletakan batu pertama mengungkapkan, pembangunan Irigasi adalah salah satu dambaan masyarakat tani karena Irigasi merupakan hal yang fatal terus tersedia,
"Alhamdulillah berkat kerjasama antara semua pihak, kelompok tani, Dinas dan Forkompimcam pada hari ini Rabu tanggal 21 April 2021 bisa melaksanakan peletakan batu pertama, Ini tadi disampaikan bahwa saya baru tahu kalau sudah 10 tahun robohnya," ungkapnya.
Namun demikian, Ia menjelaskan Irigasi yang dibangun merupakan salah satu dari sekian jaringan irigasi desa yang ada di Kecamatan Karangpawitan masih banyak jaringan-jaringan yang harus diperbaiki.
"Pembangunan Irigasi ini harus jadi model/sample untuk kelompok- kelompok tani lainnya, karena kalau mengandalkan pendanaan dari pemerintah itu terbatas jadi dibutuhkan swadaya dari masyarakat,
“Alhamdulillah swadaya masyarakat lebih dari 50 persen, kalau pakai pihak ketiga itu dananya lebih dari 200 juta, proses pembangunan nanti kita akan pantau dan tinjau kembali, lihat grafik/speknya seperti apa,jadi yang di inginkan oleh kelompok tani/masyarakat dan pemerintah bisa terwujud," jelas Saefurohman
Camat Karangpawitan berharap, setelah tersedia jaringan irigasi pemeliharaan bisa berkelanjutan, karena sepanjang perjalanan masih ada masyarakat yang membuang sampah, terutama sampah plastic.
"Saya dua minggu yang lalu Forkompim dengan pihak Kodim 0611/Garut,dengan Ormas itu membersihkan jaringan irigasi di Ciparay, saya lihat tadi pagi kemarin sudah penuh lagi, kami berharap kesadaran semua pihak,baik pemeliharaan,menjaga lingkungan bersih dan lestari merupakan tugas kita semua," pungkasnya.
Sementara itu, Kasi pengelolaan lahan dan air Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Apip Maolana menuturkan,
Anggaran yang tersedia di Dinas Pertanian melalui kegiatan MJI merupakan anggaran APBN Tahun 2021melalui bantuan pemerintah masuk ke rekening Kelompok Tani langsung dan di ajukan atas pengajuan proposal dari Kelompok Tani setelah di verifikasi memang sangat dibutuhkan,
"Karena menurut informasi ini sudah bertahun-tahun dengan pengelolaan manual diperlukan bangunan yang cukup refresentatif untuk menjaga kesinambungan saluran air ini, setelah kami rencanakan, alhamdulillah terealisasi karena setahun sebelumnya proposal dimasukan dulu ke satu sistem yang ada di Kementrian Pertanian," tuturnya.
Apip memaparkan,anggaran yang masuk ke kelompok tani satu paket kegiatan Irigasi senilai 75 juta untuk pembangunan irigasi,
"Ya, pihak kami dari dinas hanya merekomensasikan pencairan tahapan untuk tahap pertama sebesar 70 persen dan nanti kita lihat progresnya kalau sudah mencapai 75 persen selanjutnya bisa mengajukan yang 30 persennya,
Nantinya pihak kelompok tani bertanggung jawab untuk membuat laporan pertanggung-jawaban termasuk SPJ pembelanjaan dan lain sebagainya," paparnya.
Ia menambahkan,selain itu kelompok tani juga melaporkan nilai swadaya yang masuk dari masyarakat supaya menjadi penilaian tersendiri, Untuk kelompok tani sudah masuk ke pihak kami,
"Alhamdulillah kelihatannya respon para petani,warga masyarakat,juga kelompok tani dan pemerintahan, mudah-mudahan didorong oleh semua pihak agar bangunan ini bisa bermanfaat secara terus-menerus masyarakat petani yang dibagian hilir," Tukasnya. [Suwito]


Komentar Via Facebook :