Dalam Tabligh Akbar di Pamekasan, Ini yang Disampaikan Rahman Ketua Forkam GT

Dalam Tabligh Akbar di Pamekasan, Ini yang Disampaikan Rahman Ketua Forkam GT

CYBER88 | Pamekasan -- Ribuan jemaah dan Forum Persatuan Anak Muda Gunung Tinggi (Forkam GT) serta masyarakat sekitarnya tumpah ruah memadati Lapangan  Gunung Tinggi,  Dusun Komis, Desa Badung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa timur, Kamis (20/6) malam. Mereka bersalawat bersama dalam pengajian Akbar dan Bersalawat.

Ribuan jemaah itu hadir menyemarakkan agenda pengajian akbar yang dihadiri K.H Bakir dengan iringan hadroh at Taufik pimpinan K.H muhlaz jezuli

Para jemaah sudah memadati lapangan ikon Desa Badung itu sejak petang hari. Acara dibuka dengan pembacaan salawat dan maulid.

“Pengajian Akbar setiap tahun satu kali dilaksanakan dan Alhamdulillah antusias jamaah muslim sangat tinggi. Ini terbukti dengan banyaknya jamaah yang hadir. Mudah-mudahan acara seperti ini menjadi agenda rutin dari Forkam GT, "Ucap Rahman ketua Forkam GT.

Kata dia, dalam pengajian ini diisi oleh  K.H mabrur jezuli, K.H muhlaz jezuli, K.H mahtum hadir dan dimeriahkan oleh Group Hadroh at Taufik dari Sampang. 

“Semoga dengan adanya pengajian ini dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, “Harapnya.

Di dalam pengajian, lanjut dia, terdapat manfaat yang begitu besar positifnya. Didalam pengajian-pengajian manfaat yang dapat diambinya menambah dari salah satu orang yang biasa berbuat negatif dengan memanfaatkannya menjadi positif.

Hal seperti ini pada masyarakat muslim pada umumnya dapat memanfatkan pengajian untuk mengubah diri atau memperbaiki diri dari perbuatan yang keji dan mungkar, “Beber Rahman.

Lebih lanjut Rahmat menyampaikan, “dibanyak daerah terutama di Jawa, pengajian umum atau Tabligh Akbar sudah merupakan ‘menu’ tetap dalam setiap agenda kegiatan kaum muslimin.

Boleh dikata, tidak ada hari besar Islam tanpa pengajian. Pengajian juga merupakan acara inti dalam setiap kegiatan khataman pesantren atau madrasah, dalam peringatan haul ulama, walimatul ‘ursy; khitanan, syukuran haji, bahkan pindahan rumah, “Ujarnya.

Mungkin, semangat pengajian itu terutama didorong oleh gairah dakwah yang agaknya oleh umat Islam memang baru dipahami sebatas pengajian semacam itu.

Maka, pembicara atau penceramahnya disebut dai atau mubaligh. Dari sisi lain, karena namanya pengajian, maka yang mengisi atau berceramah pun juga umum disebut kyai.

Disamping soal dai dan mubalighnya, pengajian atau ceramah agama juga mulai marak di kota-kota besar juga menarik untuk diamati.

Boleh jadi, menyadari keampuhan atau dan ‘kemurahan’ pengajian ceramah atau majelis taklim, banyak kelompok, golongan, organisasi, partai, bahkan instansi, yang menggunakannya untuk kepentingannya.

Sering kali, kepentingan itu jauh dari kepentingan da’wah ila Allah atau da’wah ila al-lkhair. Berapa banyak golongan, kelompok, organisasi, partai dan instansi yang ada di negeri ini. Bayangkan, bila masing-masing memiliki majelis taklim sendiri, memiliki dai atau mubaligh sendiri-sendiri, dan mempunyai kepentingan sendiri-sendiri.

Pada hakekatnya kegiatan Tabligh Akbar merupakan konsep untuk membangun komunikasi dalam rangka silaturrahmi antara sesama sesama umat. Dalam hal memberi dan berbagi ilmu agama pada kondisi dan situasi tertentu. 

Artinya berbagi dan memberi tentang kebaikan dan kebenaran, sehingga tidak heran dalam kegiatan tersebut diisi dengan ceramah-ceramah agama atau tausyah yang dikomandankan oleh ustaz-ustaz, baik ustaz lokal maupun nasional, “Ucap Rahmat Menjelaskan.

Jadi, Tabligh Akbar itu sesungguhnya adalah upaya membangun persatuan umat untuk melakukan komunikasi intelektual, spiritual dan sosial antara sesama, sehingga tujuan agama dan tujuan sosial dapat terwujud dengan baik, “Imbuhnya.

Tabligh Akbar juga merupakan upaya untuk membangun persatuan dan kesatuan umat baik dalam menegakkan sariah agama maupun dalam membangun komitmen sosial. (Bahrul)

Komentar Via Facebook :