BPPTKG : Gunung Merapi 4 Kali Muntahkan Wedus Gembel Hingga 1,8 Km Dini Hari Tadi

BPPTKG : Gunung Merapi 4 Kali Muntahkan Wedus Gembel Hingga 1,8 Km Dini Hari Tadi

Foto: BPPTKG

CYBER88 | Yogyakarta -- Balai Penyelidikan dan Pengembagan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, Gunung Merapi meluncurkan wedus gembel pertama para pukul 00.02 WIB, Rabu (26/5/2021) dini hari.

Awan panas yang berasal dari Gunung Merapi di perbatasa Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah empat kali memuntahkan awan panas guguran atau yang disebut wedus gembel dengan jarak luncur paling jauh 1800 meter atau 1,8 kilomter (km) ke arah barat daya, tercatata di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 104 detik.

“Awan panas kedua pukul 00.14 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm dan durasi 130 detik. Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya, ”Kata petugas penyusun aktivitas Gunung Merapi BPPTKG, Heru Suparwaka, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/5/2021).

Tulis dia, “awan panas ketiga pukul 04.04 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 22 mm dan durasi 124 detik. Jarak luncur 1.800 m ke arah barat daya dan awan panas keempat pukul 04.34 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 21 mm dan durasi 105 detik. Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

Selama periode pengamatan Rabu (26/5/2021) mulai pukul 00.00 WIB-06.00 WIB Gunung Merapi juga terpantau lima kali meluncuran guguran lava pjar dengan jarak luncur 1500 meter ke arah barat daya. Gempa guguran 34 kali dan gempa hembusan empat kali

Heru juga mengatakan, “Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Menurut dia, Potensi bahaya guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak, “Terangnya. [*]

Komentar Via Facebook :